POJOKBOGOR.id - DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, membentuk dewan etik untuk menelusuri dugaan perselingkuhan, yang dilakukan salah satu kadernya Candra Kusuma, yang kini duduk di kursi DPRD Kabupaten Bogor.

Diketahui, media sosial X dihebohkan dengan cuitan salah satu akun yang mengaku sebagai anak anggota DPRD Kabupaten Bogor Candra Kusuma.

Akun @nitaainir tersebut nampak marah-marah dan menyebut sang ayah, Candra Kusuma, telah selingkuh dan memiliki anak dari selingkuhannya tersebut.

Utas tersebut diunggah akun @nitaainir pada Senin, 4 November 2024 malam sekira pukul 19.00 WIB.

Baca Juga: Viral di Media Sosial, Anak Ceritakan Ayah yang Anggota DPRD Kabupaten Bogor telah Selingkuh

Bahkan, akun yang mengaku anak dari Candra Kusuma tersebut heran dengan pekerjaan ayahnya saat ini.

“Anjing punya bapak ternyata nikah sama cewe lain, sampe punya anak 4 dari tahun 2010 dan ternyata selama ini dia orang kaya, alias direktur, sekarang jadi dprd kabupaten bogor. gemeter sebadan ya allah jahat banget,” tulis @nitaainir mengawali utasnya di akun X.

Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bogor Dede Chandra Sasmita menjelaskan, meski hal tersebut merupakan ranah pribadi, pihaknya tetap mengambil langkah tegas.

Baca Juga: Pemkab Bogor Rumah Ceting di Tamansari, Percepat Penurunan Angka Stunting

"Karena yang bersangkutan sedang mengemban amanah publik. Maka pada porsi ranah publik inilah, DPC Demokrat kabupaten Bogor merespon info tersebut dan sudah bergerak cepat melakukan berbagai hal yang dipandang perlu," kata Dede Chandra, Selasa 4 November 2024.

Dede Chandra mengungkapkan, pihaknya telah mengonfirmasi langsung kepada Candra Kusuma terkait cuitan tersebut.

"Saat di konfirmasi, yang bersangkutan sedang dalam perjalan ke Surabaya untuk menemui dan atau menyelesaikan urusan keluarganya. Yang bersangkutan berkomitmen untuk menyelesaikan urusan keluarganya tersebut sesegera mungkin. Dan akan segera melaporkan ke DPC setelah kepulangannya dari Surabaya," jelasnya.

Baca Juga: Rudy Susmanto punya Buyut di Cimande

Selain itu, sambil menunggu yang bersangkutan kembali ke Bogor, DPC Kabupaten Bogor akan membentuk Dewan Etik, selambatnya dalam 3 hari ke depan.

Menurutnya, dewan etik akan segera melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan untuk menyampaikan klarifikasi, fakta dan realitas yang terjadi sebenarnya.

"DPC Demokrat Kabupaten Bogor menyampaikan permohonan maap atas terjadinya ketidaknyamanan di ruang publik dan berharap semua pihak bijak dalam menyikapinya, termasuk tidak menjudge terlebih dahulu kepada yang bersangkutan. Bagi kami, selalu ada penjelasan atas suatu persoalan, karena Tabayyun menjadi dasar kami DPC untuk mengambil keputusan," kata dia. ***