BOGOR.POJOKSATU.id – Niat seorang pendaki asal Kabupaten Bogor untuk menikmati keindahan Gunung Merbabu berakhir dengan kabar duka.

Adityo Rahmat Eko Prayudi, pria berusia 38 tahun, meninggal dunia setelah tiba-tiba kehilangan kesadaran di kawasan basecamp pendakian Gunung Merbabu melalui jalur Selo, Kabupaten Boyolali.

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban bersama rombongannya hendak melakukan pendakian. Namun, perjalanan baru berlangsung singkat saat korban mulai mengeluhkan kondisi tubuhnya yang tidak nyaman.

Ketika tiba di Pos Bayangan 1, korban merasa tidak kuat untuk melanjutkan perjalanan. Ia kemudian memutuskan membatalkan pendakian dan kembali turun menuju basecamp.

Setelah berhasil tiba di area basecamp, kondisi korban justru mendadak memburuk. Korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri hingga membuat orang-orang yang berada di lokasi panik.

Petugas medis kemudian didatangkan untuk melakukan pemeriksaan. Namun, setelah diperiksa, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dokter menduga korban meninggal akibat serangan jantung. Korban juga diketahui memiliki riwayat hipertensi kronis yang diduga berkaitan dengan kondisi kesehatannya saat kejadian.

Jenazah korban selanjutnya ditangani oleh petugas sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke Kabupaten Bogor.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para pencinta aktivitas pendakian, agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan sebelum naik gunung.

Pendakian membutuhkan kesiapan fisik yang baik karena medan, suhu dingin, ketinggian, serta perubahan tekanan udara dapat memengaruhi kondisi tubuh.

Calon pendaki yang memiliki riwayat penyakit tertentu disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu dan tidak memaksakan diri apabila tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman.***