BOGOR.POJOKSATU.id - Kasus perdagangan anak kembali menggemparkan Kabupaten Bogor. Seorang remaja perempuan berusia 14 tahun dilaporkan hilang setelah dibawa kabur oleh pria yang baru dikenalnya melalui media sosial.
Selama sekitar dua pekan, korban diketahui dijual pelaku kepada pria hidung belang di wilayah Jakarta dan Bogor.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Sabtu (30/8/2025). Laporan resmi diajukan ke Polsek Rancabungur pada Jumat (5/9).
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya menemukan korban pada Minggu (14/9/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kapolsek Rancabungur Iptu Azis Hidayat menjelaskan, korban awalnya berkenalan dengan seorang pria berinisial P melalui media sosial. Dari perkenalan itu, korban dibawa ke Jakarta dan dipindah-pindahkan ke berbagai tempat.
"Intinya korban dibawa ke sana kemari, lalu dijual kepada om-om untuk transaksi seksual," ungkap Azis.
Menurutnya, korban dijual di sebuah rumah yang penghuninya dikenal sebagai tukang parkir di Alun-alun Bogor. Rumah tersebut diduga menjadi lokasi transaksi seksual.
"Bisa dikatakan pemilik rumahnya preman," imbuhnya.
Polisi sebelumnya telah menangkap seorang pria berinisial I yang diduga membawa kabur korban. Penangkapan dilakukan di sebuah rumah di Bogor Barat, Kota Bogor, yang dijadikan tempat menyembunyikan korban.
"Pada hari ini kami melakukan penangkapan terhadap seorang pria yang diduga membawa kabur anak di bawah umur. Korban sudah kita temukan dan pelaku satu orang kita amankan," kata Azis.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan korban, pelaku, dan pemilik rumah yang menjadi tempat persembunyian.
"Ketika kami gerebek, yang kami amankan ada dua orang, yaitu pria yang membawa korban ke rumah itu dan pemilik rumahnya. Korban juga kami temukan di lokasi tersebut," jelasnya.
Kasus ini kini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan perdagangan anak yang melibatkan pelaku dan pihak lain.
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap pergaulan anak di media sosial demi mencegah kejadian serupa.***



