POJOKBOGOR.id - Seorang pengguna akun TikTok Ahmad Saugi menghebohkan jagat maya usai mengunggah kisah adik Gibran, bocah Bojonggede, Kabupaten Bogor, yang menangis karena kelaparan.
Dalam video terlihat Gibran menangis histeris di depan rumahnya karena lapar.
Mengetahui anaknya lapar, ibunda Gibran malah memarahinya.
"Aku udah lapar mah," teriak Gibran.
"Cari sendiri, gue enggak punya duit, cari sendiri," kata seorang wanita di dalam rumah diduga ibunda Gibran.
Baca Juga: Pusing dengan Masalah Konsinyasi dan Pengamanan Aset Pemkot Kini Libatkan PN kelas 1 A Bogor
Pasca-kejadian tersebut, Saugi pun berinisiatif mengajak Gibran dan dua adiknya untuk makan di restoran cepat saji.
Saugi juga memberikan beberapa makanan dan kebutuhan sehari-hari untuk Gibran.
Selang dua hari viral, pihak Kecamatan Bojonggede pun ikut bertindak.
Mengetahui hal itu, Camat Bojonggede Tenny Ramdhani dan perangkat desa pun mendatangi rumah Gibran.
"Hari ini Minggu 5 Mei 2024 pukul 11.00 WIB Camat Bojonggede Tenny Ramdhani didampingi Sekcam Elfi Nila Hartani serta Kepala Desa Rawapanjang Mohammad Agus bersama Ketua RT dan RW serta Ketua TP PKK Desa Rawapanjang, meninjau langsung ke lokasi video viral," kata Tenny.
Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bogor untuk Pemantauan lebih lanjut agar dilakukan asessment oleh pendamping social.
Pasca-viral, Gibran dan keluarga pun jadi pantauan Dinsos Kabupaten Bogor hingga mendapatkan sejumlah bantuan berupa sembako.
Tenny menyebut bocah bernama Gibran (6) dan dua adiknya tidak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Tenny menerangkan, kedua orang tua Gibran belum memiliki Kartu Keluarga (KK) yang tergabung, sehingga baik Gibran maupun kedua adiknya tidak terdaftar dalam DTKS.
Baca Juga: Ini Tiga Besar Calon Sekda Kabupaten Bogor, Tinggal Menunggu Pilihan Asmawa Tosepu
"Karena KK-nya masih menginduk ke satu orang saja, ke bapak Hamzah, sementara anaknya yang 3 tidak terdaftar dalam KK tersebut, itu yang kami sayangkan dan tidak pernah melapor juga ke RT, RW," kata Tenny pada Selasa, 7 Mei 2024.
Tenny menyebut, Gibran dan keluarganya sudah mendapat perhatian dari tetangga, Ketua RT, dan Ketua RW.
"Karena mereka tau Pak Hamzah sebagai buruh lepas yang bekerja di luar kota anaknya ditinggal kemudian ibunya si anak-anak ini tidak selalu berada di tempat, sering ditinggal maka para tetangga Rt RW sering memberikan makanan," paparnya.
Ia menambahkan, sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor untuk memudahkan pendamping sosial melakukan assessment kepada keluarga Gibran.
"Terkait dengan dugaan-dugaan yang kita perkirakan ini anak mengalami perlakuan secara buruk, secara verbal Ini kita sampai kepada dinas DP3AP2KB untuk bagaimana berkoordinasi dengan komisi perlindungan perempuan dan anak," singkatnya.
Sebelumnya, viral sebuah video bernarasikan seorang anak di Kecamatan Bojonggede, Bogor menangis karena kelaparan. Dalam video beredar bocah bernama Gibran merengek meminta makan dan menyita perhatian warga sekitar.
Tenny menyebut, video tersebut ditandai pada akun Instagram Kecamatan Bojonggede pada Jumat, 3 Mei 2024 sekitar pukul 16.00 WIB. Ia menerangkan, bocah tersebut tinggal di RT 6/RW 3, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.
"Memang kalo kita melihat eksisting keluarganya terkategorikan keluarga yang miskin dengan penghasilan tidak tetap," ujarnya.
Tenny mengungkapkan, Gibran adalah anak dari seorang buruh harian bernama Hamzah yang tengah bekerja di luar kota.
"Karena, Pak Hamzah merupakan buruh bangunan yang bekerja di kawasan BSD, kepulangannya pun tentatif, tergantung izin dari mandornya, kami belum tau berapa penghasilan seorang buruh bangunan," tuturnya.



