POJOKBOGOR.id – EIGER memperkenalkan EIGER Nature, wajah baru destinasi ekowisata yang sebelumnya dikenal sebagai EIGER Adventure Land menjadi EIGER Nature di Bogor, Jawa Barat. Destinasi tersebut dijadwalkan mulai dibuka untuk publik pada September 2026.

Perubahan nama tersebut tidak sekadar menjadi penyegaran identitas, tetapi bagian dari pengembangan konsep destinasi yang menempatkan kelestarian alam, budaya, masyarakat, dan pengalaman pengunjung sebagai satu kesatuan.

Direktur EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, mengatakan EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER dalam mengembangkan destinasi yang berangkat dari kecintaan terhadap alam dan petualangan.

Baca Juga: KPK Bantah Lakukan OTT di Kabupaten Bogor

“EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia. Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat,” ujar Imanuel dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).

Menurut dia, EIGER Nature dikembangkan dengan pendekatan 3E Ekowisata, yakni Ekologi, Etnologi, dan Ekonomi. Konsep tersebut kemudian diperluas menjadi kerangka 7E, meliputi Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment.

Kerangka tersebut menjadi landasan dalam pengembangan kawasan, program, serta pengalaman pengunjung agar aktivitas pariwisata dapat berjalan berdampingan dengan konservasi alam, pelestarian budaya, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: DPRD Kota Bogor Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pengharmonisasian Raperda

“Bagi kami, ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam. Ekowisata harus mampu membangun hubungan yang lebih baik antara manusia, alam, budaya, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.

Tanam 120 Ribu Pohon

Komitmen keberlanjutan EIGER Nature telah dilakukan sejak tahap pengembangan kawasan. Salah satunya melalui penghijauan dengan menanam lebih dari 120.000 pohon serta sekitar 8 juta semak dan tanaman penutup tanah.

Selain penghijauan, pengelola juga melakukan pemulihan lahan, pendataan keanekaragaman hayati, pengelolaan air dan hidrologi, serta pengembangan sistem pengelolaan sampah.

Dari sisi sosial dan ekonomi, pengembangan kawasan telah melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja, termasuk sekitar 300 orang dari masyarakat sekitar. Saat beroperasi penuh, EIGER Nature diproyeksikan membuka lebih dari 1.200 lapangan pekerjaan.

Baca Juga: Sekda Tanggapi Simpang Siur Isu OTT KPK di Kabupaten Bogor

EIGER juga menyatakan 5 persen dari laba bersih EIGER Nature akan dialokasikan untuk mendukung program pelestarian alam, budaya, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Program tersebut mencakup berbagai inisiatif konservasi, pengelolaan limbah, hingga program 1 Ticket 1 Tree.

Tawarkan Wisata Alam dan Petualangan

EIGER Nature dirancang untuk mengintegrasikan pengalaman alam, petualangan, budaya, konservasi, dan hospitality. Sejumlah atraksi yang disiapkan antara lain Suspension Bridge, Tree House & Net Adventure, Cultural Walk, Playscape, Nature Walk, dan Forest Adventure.

Pengunjung juga dapat menikmati pengalaman menginap melalui Forest Camp yang terdiri atas Camping Ground, Glamping, dan Cabin.

Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, EIGER Nature turut menerapkan teknologi melalui konsep paperless dan integrated experience. Sistem tersebut mencakup integrasi aplikasi, wristband, akses, informasi, hingga transaksi digital menggunakan EIGER Coins.

Baca Juga: KWT Bersahaja di Kelurahan Kebon Pedes Sulap Lahan Tidur jadi Lahan Bibit dan Tanaman

Imanuel menegaskan, teknologi digunakan sebagai pendukung pengalaman wisata, bukan untuk menghilangkan interaksi pengunjung dengan alam.

“Pada akhirnya, kami ingin orang tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru. Itulah perjalanan yang ingin kami bangun bersama EIGER Nature,” ujarnya.

EIGER Nature dijadwalkan membuka akses untuk publik pada September 2026. Destinasi ini diharapkan menjadi bagian dari pengembangan ekowisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. ***