BOGOR.POJOKSATU.id – Dampak musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. Kini, bencana kekeringan meluas hingga Kecamatan Sukaraja, menyebabkan ratusan kepala keluarga kesulitan mendapatkan air bersih.

Untuk membantu warga terdampak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan air bersih pada Kamis (9/7/2026).

Sebanyak 15.000 liter air bersih didistribusikan ke dua kampung di Desa Nagrak, yakni Kampung Cibedug Mayak dan Kampung Cibedug Raden.

Berdasarkan data BPBD, kekeringan di wilayah tersebut berdampak kepada 653 kepala keluarga atau sekitar 2.189 jiwa yang kini mengalami kesulitan memperoleh pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Mengeringnya sumur-sumur warga menjadi penyebab utama krisis air bersih. Akibatnya, banyak warga terpaksa mencari sumber air alternatif dengan mengambil air dari aliran Sungai Cikeas.

Air dari sungai tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari mencuci, mandi hingga keperluan lainnya. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, terutama jika musim kemarau masih terus berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

BPBD Kabupaten Bogor terus memantau perkembangan kondisi di wilayah-wilayah yang mulai mengalami kekeringan. Penyaluran bantuan air bersih dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak serta melaporkan kepada pemerintah desa maupun BPBD apabila mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau.

Dengan intensitas kemarau yang diperkirakan masih berlanjut, potensi bertambahnya wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor pun tetap perlu diwaspadai.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus bersiaga agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara cepat kepada warga yang membutuhkan.***