Gunung Putri, POJOKBOGOR.id – Aksi yang diduga tawuran kembali terjadi di wilayah Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Peristiwa terbaru dilaporkan terjadi di Jalan PT IPI, tepatnya di depan Kolam Renang Graha Anyar Asri, pada Jumat malam, 25 September 2026 sekitar pukul 20.28 WIB.

Dalam rekaman yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah orang berada di badan jalan dan diduga terlibat bentrokan.

Warga yang hendak melintasi kawasan tersebut kemudian diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: Dua Kelompok Remaja di Parung Bogor Terlibat Tawuran Hingga Acungkan Sajam!

“Tetap waspada untuk warga Gunung Putri dan sekitarnya yang akan melintas,” demikian keterangan yang menyertai video pada Jumat, 25 September 2026.

Hingga Sabtu, 26 September 2026, belum ditemukan keterangan resmi kepolisian yang terpublikasi mengenai jumlah orang yang terlibat, adanya korban, penggunaan senjata, maupun pemicu kejadian.

Karena itu, identitas kelompok yang berada dalam video belum dapat dipastikan dan belum dapat disimpulkan bahwa mereka merupakan pelajar.

 

Dua Pekan Sebelumnya Tawuran Juga Hendak Terjadi di Bojong Nangka

Peristiwa ini menjadi perhatian karena kawasan Bojong Nangka baru saja menghadapi kasus serupa pada awal September 2026.

Pada Senin, 7 September 2026, Polsek Gunung Putri menggagalkan rencana tawuran pelajar di sekitar Jalan Raya Bojong Nangka setelah menerima informasi dari masyarakat.

Polisi melakukan penyisiran dan mengamankan lima pelajar berusia antara 13 hingga 17 tahun.

Dalam pengamanan itu, petugas juga menemukan satu golok, satu telepon genggam, dan dua sepeda motor yang diduga berkaitan dengan rencana bentrokan.

Baca Juga: Aksi Tawuran dan Gangster di Cibinong Bogor Semakin Marak, NGERI!

Kelima anak tersebut kemudian dibawa ke Polsek Gunung Putri untuk menjalani pemeriksaan awal sebelum penanganannya diteruskan kepada Unit PPA Satreskrim Polres Bogor karena seluruhnya masih berusia di bawah umur.

Kapolsek Gunung Putri Kompol Hillal Adi Imawan ketika itu menegaskan bahwa patroli akan ditingkatkan untuk mencegah gangguan keamanan. Kepolisian juga menilai informasi dari masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi tawuran sebelum bentrokan terjadi.

Belum ada informasi yang menghubungkan lima pelajar dalam kasus 7 September dengan kelompok yang terekam di Jalan PT IPI pada 25 September.

Keduanya harus diperlakukan sebagai peristiwa berbeda sampai kepolisian mendapatkan bukti lain.

Baca Juga: Sekelompok Pemuda Terlibat Tawuran di Sukaraja Sambil Nenteng Sajam, Polisi Minta Warga Mulai Ronda

 

Dari Rencana Tawuran ke Bentrokan di Jalan

Perbedaannya, kasus awal September dapat dihentikan sebelum bentrokan terjadi.

Pada kejadian terbaru, rekaman yang beredar justru dinarasikan sebagai aksi tawuran yang sudah berlangsung di jalan.

Hal tersebut membuat perhatian bergeser pada pengamanan titik-titik rawan di Bojong Nangka, khususnya pada malam hari.

Lokasi terbaru juga berada di depan fasilitas yang digunakan masyarakat, yakni kawasan Kolam Renang Graha Anyar Asri.

Jika bentrokan terjadi di badan jalan, risikonya tidak hanya berada pada orang-orang yang terlibat.

Baca Juga: Janjian Tawuran di Media Sosial, Perut Satu Pelajar Dilaporkan Robek

Pengendara ataupun warga yang kebetulan melintas dapat ikut terdampak.

Karena itu, masyarakat yang mengetahui adanya kelompok berkumpul dengan gelagat mencurigakan disarankan tidak mendekati lokasi dan segera menyampaikan informasi kepada aparat.

 

Polisi Jabar Tengah Intensifkan Patroli Titik Rawan

Peningkatan patroli terhadap potensi gangguan keamanan juga sedang dilakukan secara lebih luas di Jawa Barat.

Pada September 2026, Polda Jawa Barat menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan atau KRYD dengan melibatkan 1.261 personel dan patroli pada 498 titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas.

Kegiatan tersebut menyasar berbagai potensi kejahatan jalanan, kepemilikan senjata tajam, premanisme hingga kegiatan yang berpotensi berkembang menjadi tawuran.

Polda Jawa Barat juga mengoptimalkan layanan polisi 110 sebagai jalur laporan masyarakat.

Dalam periode 10–11 September saja, lebih dari 800 panggilan masuk melalui layanan tersebut.

Baca Juga: Gagal Tawuran Secara Live di Medsos, Tiga Remaja di Parung Kena Ciduk Polisi

Polri secara resmi menyebut layanan 110 dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan kerusuhan, ancaman, tindak kekerasan, kecelakaan dan gangguan keamanan lainnya secara gratis.

 

Bojong Nangka Bukan Kali Pertama Jadi Lokasi Rawan

Wilayah Gunung Putri memiliki aktivitas masyarakat dan kendaraan yang tinggi, termasuk di koridor Bojong Nangka.

Data Pemerintah Kabupaten Bogor menempatkan Desa Bojong Nangka sebagai bagian dari Kecamatan Gunung Putri dengan berbagai fasilitas permukiman, pendidikan serta aktivitas masyarakat.

Kemunculan dua informasi tawuran dalam satu bulan kemudian menjadi catatan tersendiri.

Pada kasus 7 September, laporan warga memungkinkan polisi datang sebelum bentrokan.

Pada 25 September, informasi baru beredar ketika dugaan tawuran disebut sudah berlangsung.

Baca Juga: Hendak Tawuran Menggunakan Sajam, 3 Remaja di Parung Bogor Langsung Ciut Ditangkap Warga

Perbedaan waktu respons tersebut menunjukkan betapa pentingnya laporan cepat ketika warga mulai melihat kelompok berkumpul dan membawa benda mencurigakan atau menunjukkan tanda akan melakukan bentrokan.

 

Jangan Mendekat untuk Merekam

Video tawuran memang kerap cepat menyebar di media sosial.

Namun keselamatan warga yang berada di sekitar lokasi tetap menjadi prioritas.

Apabila kelompok yang terlibat membawa senjata tajam atau benda berbahaya, masyarakat berisiko menjadi korban meskipun tidak memiliki hubungan dengan kedua kelompok.

Karena itu, warga disarankan menjaga jarak, mencari jalur alternatif bila memungkinkan, dan segera menghubungi petugas.

Baca Juga: Belasan Pemuda di Parung Panjang Terlibat Tawuran Pakai Pedang dan Celurit

Rekaman CCTV dari bangunan atau usaha di sekitar Jalan PT IPI juga dapat menjadi petunjuk penting apabila kepolisian melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut.

Dari rekaman itu, petugas dapat menelusuri jumlah orang, kendaraan yang digunakan, arah kedatangan dan pelarian hingga kemungkinan benda yang dibawa.

 

Menunggu Keterangan Polisi

Hingga berita ini ditulis pada Sabtu, 26 September 2026, sejumlah pertanyaan mengenai insiden Jalan PT IPI masih belum terjawab.

Belum diketahui kelompok yang terlibat.

Belum diketahui pemicu bentrokan.

Belum diketahui apakah terdapat korban.

Baca Juga: Korban Tawuran Pelajar Pakai Air Keras di Parung Panjang Bertambah, Kena Luka Bakar di Wajah

Dan belum diketahui apakah polisi telah mengamankan orang ataupun barang bukti dari kejadian tersebut.

Perkembangan berikutnya menjadi penting, terlebih Bojong Nangka baru sekitar dua pekan sebelumnya menjadi lokasi penggagalan rencana tawuran lima pelajar.

Jika kejadian terbaru terkonfirmasi sebagai tawuran, maka pengamanan malam hari dan pemetaan titik rawan di kawasan Bojong Nangka menjadi pekerjaan yang kembali perlu mendapat perhatian.