POJOKBOGOR.id - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda turut berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Salah satunya melalui program kerja KKN di Desa Ciburayut, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Program tersebut diwujudkan dengan pembuatan dan penempatan tong sampah yang dilengkapi papan edukasi mengenai jenis-jenis sampah serta perkiraan waktu yang dibutuhkan sampah untuk terurai.
Tong sampah ini diberikan kepada beberapa wilayah di Desa Ciburayut, yaitu RW 003, RW 006, dan RW 008.
Papan edukasi yang terdapat pada tong sampah tersebut menjadi media informasi sederhana bagi masyarakat.
Edukasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa setiap jenis sampah memiliki waktu penguraian yang berbeda dan sebagian membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat terurai.
Dengan adanya informasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami dampak dari kebiasaan membuang sampah sembarangan terhadap lingkungan.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian mahasiswa KKN FISIP Universitas Djuanda terhadap kondisi lingkungan di sekitar masyarakat.
Tidak hanya menyediakan tempat untuk membuang sampah, mahasiswa juga berupaya menghadirkan unsur edukasi agar fasilitas yang diberikan dapat mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan.
Salah satu mahasiswa FISIP Universitas Djuanda, Intan Anjar Sari berharap terhadap keberadaan tong sampah dan papan edukasi tersebut.
“Semoga dengan adanya tong sampah ini warga lebih aware terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan di sekelilingnya,” ujar Intan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap keberadaan tong sampah tidak hanya menjadi fasilitas kebersihan, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Kesadaran dalam membuang sampah pada tempatnya diharapkan dapat menjadi kebiasaan bersama sehingga tercipta lingkungan Desa Ciburayut yang lebih bersih, nyaman, dan sehat.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kontribusi mahasiswa dalam kegiatan KKN tidak hanya berupa program pembangunan fisik, tetapi juga dapat dilakukan melalui edukasi dan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan lingkungan.*



