POJOKBOGOR.id  - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) melakukan sosialisasi mengenai penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Taman Victoria, Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, yang kini telah menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Kepala Disperkim Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai perubahan pengelolaan PSU setelah dilakukan serah terima fisik dari pengembang kepada Pemkab Bogor.

Menurut Eko, sebagian besar kawasan perumahan di Sentul City, termasuk Taman Victoria, telah resmi menyerahkan PSU kepada pemerintah daerah. Dengan demikian, pengelolaan berbagai fasilitas umum di kawasan tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Kami hadir untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa PSU di Taman Victoria sudah diserahkan kepada pemerintah daerah. Ke depan, seluruh pengelolaannya menjadi kewenangan pemerintah daerah," ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, sempat muncul perbedaan pandangan di antara sebagian warga. Namun, Eko menegaskan persoalan tersebut merupakan dinamika internal masyarakat dan tidak berkaitan dengan proses penyerahan PSU.

Ia mengatakan Disperkim akan kembali menggelar mediasi maupun sosialisasi lanjutan dalam beberapa hari ke depan agar seluruh warga memperoleh informasi yang sama terkait mekanisme pengelolaan PSU.

Eko menambahkan, penyerahan PSU merupakan ketentuan yang harus dijalankan sesuai aturan. Meski demikian, pemerintah daerah masih membuka peluang untuk bekerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan kawasan apabila dinilai mampu menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Apakah nanti seluruhnya dikelola pemerintah daerah atau bekerja sama dengan pihak ketiga, itu akan didiskusikan bersama warga dan para pihak. Yang terpenting adalah bagaimana keamanan, kenyamanan, dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga," katanya.

Sementara itu, warga Cluster Victoria, Sari, mengaku puas terhadap pelayanan Town Management Sentul City. Menurutnya, selama hampir 20 tahun tinggal di Sentul City, lingkungan selalu terjaga dengan baik, mulai dari kebersihan jalan, pemangkasan pohon, hingga penanganan berbagai laporan warga.

"Kalau minta potong pohon, lampu jalan mati, atau sampah daun menumpuk, responsnya cepat. Petugas kebersihan juga setiap hari bekerja sehingga lingkungan tetap rapi," ujarnya.

Sari mengatakan satu hal yang menurutnya justru mengalami penurunan adalah pelayanan air bersih setelah pengelolaannya tidak lagi berada di bawah Sentul City. Ia menilai, ketika masih dikelola Sentul City, informasi gangguan distribusi air disampaikan lebih cepat dan tersedia mobil tangki sebagai bantuan bagi warga saat terjadi penghentian pasokan.

Selain itu, Sari berharap pengelolaan kawasan tetap dilakukan secara profesional seperti selama ini. Menurutnya, konsep kota mandiri yang diterapkan Sentul City menjadi salah satu alasan dirinya memilih tinggal di kawasan tersebut.

"Kalau tetap dikelola Town Management, kami merasa lebih nyaman. Pengelolaannya profesional, keamanan juga terjaga, termasuk sistem satpam yang sudah berjalan baik," katanya.

Ia juga mengusulkan agar ke depan kembali dihadirkan Wali Cluster atau sistem layanan berbasis aplikasi untuk mempermudah penyampaian keluhan warga. Sari berharap kualitas pelayanan terus ditingkatkan tanpa mengurangi standar kebersihan, keamanan, dan kenyamanan yang selama ini telah dirasakan warga.

"Kami ingin kualitas lingkungan tetap terjaga. Yang sudah baik dipertahankan, dan pelayanan terus ditingkatkan agar semakin baik ke depannya," tutupnya.