BOGOR.POJOKSATU.id - Musim kemarau mulai berdampak terhadap kehidupan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. Krisis air bersih mulai dirasakan warga di tiga kecamatan, yakni Citeureup, Nanggung, dan Babakan Madang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, kekeringan tersebut terjadi berdasarkan laporan yang masuk pada periode 9 hingga 14 Juni 2026.

Dari laporan tersebut, sebanyak 322 kepala keluarga atau 1.177 jiwa terdampak kekeringan dan mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Kondisi ini membuat warga harus mencari sumber air alternatif untuk kebutuhan memasak, mandi, mencuci, hingga keperluan rumah tangga lainnya.

Untuk membantu warga terdampak, BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah titik yang mengalami krisis.

Total air bersih yang sudah didistribusikan mencapai 15.000 liter.

Masing-masing kecamatan terdampak mendapat pasokan sebanyak 5.000 liter air bersih.

Distribusi air bersih tersebut dilakukan sebagai langkah cepat untuk meringankan beban masyarakat yang mulai terdampak musim kemarau.

Meski begitu, warga di wilayah rawan kekeringan tetap diminta waspada karena potensi krisis air bersih dapat meluas apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.

BPBD Kabupaten Bogor juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

Masyarakat yang mulai mengalami kesulitan air bersih diimbau segera melapor kepada pemerintah desa, kecamatan, atau BPBD agar bantuan dapat segera ditindaklanjuti.***