POJOKBOGOR.id - Seorang perempuan lanjut usia berinisial NH (58) menjadi korban pembacokan oleh keponakan sendiri di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Rabu 15 April 2026 sekitar pukul 05.00 WIB.

Peristiwa pembacokan yang dilakukan keponakan ke bibi kandungnya ini terjadi saat korban baru saja kembali ke rumah setelah melaksanakan ibadah salat subuh di masjid terdekat.

Pembacokan bermula ketika korban mendapati pelaku dalam kondisi emosi yang tidak stabil setibanya di kediaman mereka.

Dicurigai pelaku yang diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tersebut langsung melakukan tindakan kekerasan secara tiba-tiba.

Kapolsek Dramaga AKP AM Zalukhu menjelaskan bahwa upaya korban untuk menenangkan situasi tidak membuahkan hasil. Pelaku justru mengambil senjata tajam yang disimpan di dalam rumah untuk menyerang korban.

"Awal mula kejadian saat korban sampai rumah atau lokasi pulang selesai salat subuh dari masjid, melihat pelaku marah-marah," kata AKP AM Zalukhu, Kapolsek Dramaga.

Pelaku yang sedang dalam kondisi tertekan secara psikis kemudian meraih senjata tajam jenis golok. Senjata tersebut sebelumnya tersimpan di atas lemari sebelum akhirnya digunakan untuk menganiaya NH.

"Selanjutnya pelaku mengambil senjata tajam jenis golok di atas lemari selanjutnya melakukan pembacokan atau aniaya terhadap korban," ungkap Zalukhu.

Serangan tersebut mengakibatkan NH menderita luka serius di sejumlah titik vital tubuhnya. Berdasarkan pemeriksaan medis, korban mengalami luka bacok pada bagian pundak, telinga, hingga jari tangan, sehingga harus segera dievakuasi ke rumah sakit oleh warga sekitar.

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa pelaku memang memiliki riwayat masalah kesehatan mental. Informasi ini diperkuat oleh pernyataan dari pihak keluarga yang menyatakan bahwa pelaku sedang berada di bawah pengawasan tenaga profesional.

"Keterangan baik dari pihak keluarga pelaku dan korban bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa sedang dalam pengobatan psikolog," jelas Zalukhu.

Saat ini pelaku telah diamankan oleh pihak berwenang bersama anggota keluarga lainnya untuk penanganan lebih lanjut. Kepolisian telah memfasilitasi pemindahan pelaku ke fasilitas kesehatan jiwa yang memadai di Kota Bogor.

"Selanjutnya bersama dengan keluarga (ibunya), pelaku dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor," sambung Zalukhu.