POJOKBOGOR.id - Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, menggeledah sebuah rumah diduga milik seorang teroris, berinisial DM alias AT, Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.
Ketua RT01/08 Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Agus membenarkan peristiwa yang terjadi pada Jumat (27/10) tersebut. Agus mengungkapkan, penggeledahan dilakukan sekitar pukul 08.30 WIB.
"Yang diamankan satu orang cowok inisial DM. Kaget aja ada warga saya yang begini," kata Agus, Senin (30/10).
Agus mengungkapkan, Densus 88 membawa beberapa barang dari rumah DM, seperti benda tajam hingga buku-buku.
"Yang saya liat itu senjata tajam, kata istrinya dagangan, banyak juga. Buku-buku ada beberapa biji, tebel-tebel saya juga engga paham itu buku apa," kata Agus.
Menurut Agus, DM alias AT telah tinggal di Kelurahan Pondok Rajeg sejak 2019. Terduga Teroris ini nampak memiliki rumah yang cukup megah.
Dengan megahnya rumah yang dimiliki, lanjut Agus, DM alias AT diketahui hanya bekerja sebagai driver ojek online (Ojol). "Kerjaannya ojek online kalau engga salah, tinggal sama anak istrinya, anaknya kurang tau ada dua apa tiga," terangnya.
Baca Juga: Tim Densus 88 Anti Teror Bawa Satu Pria Terduga Teroris Berinisial JM di Tamansari Bogor
Meski begitu, DM alias AT dikenal sebagai warga yang kurang bergaul dengan tetangga. "Kesehariannya setahu saya memang dia itu kurang bergaul di lingkungan itu, agak tertutup lah. Kalau boleh dibilang saya juga engga tahu orangnya yang mana, wajahnya engga terlalu hafal," tambah Agus.
Agus pun menegaskan, terduga teroris ini diamankan di luar wilayah administrasinya. "Yang saya denger ditangkap di luar, di sini cuma penggeledahan aja, saya diinfokan tuh buat dampingi," paparnya.
Pada saat kejadian penggeledahan, lanjut Agus, warga sempat kaget melihat banyaknya petugas yang datang ke rumah tersebut.
Baca Juga: Densus 88 Geledah Dua Rumah Diduga Milik Teroris di Tamansari Bogor
Bahkan penduduk setempat sempat mengira rumah tersebut digeledah lantaran penghuninya diduga terlibat kasus narkoba.
"Ke depan akan diperketat lagi, saya perhatikan lagi biar engga terulang lagi, saya juga ngeri sih, ke depannya buat antisipasi warga pendatang baru harus diketatkan, mencegah jangan sampai terjadi lagi," kata dia. ***



