POJOKBOGOR.id - Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melalui akun Instagram resmi @ppatk_indonesia, menyebutkan Kabupaten Bogor sebagai daerah dengan dengan jumlah pemain judi online (judol) terbanyak secara nasional sepanjang 2025.

Data yang dihimpun PPADK, dengan total 103.092 pemain judol dan nilai deposit mencapai Rp414,4 miliar.

Hasil pemetaan menunjukkan kawasan Jabodetabek mendominasi sebaran aktivitas judol di seluruh Indonesia.

"Data PPATK tahun 2025 menunjukkan adanya konsentrasi aktivitas judol di sejumlah wilayah, dengan Jabodetabek menjadi salah satu klaster terbesar secara nasional," tulis PPATK dalam unggahan resminya.

Setelah Kabupaten Bogor, posisi kedua ditempati Jakarta Barat dengan 89.320 pemain dan deposit sebesar Rp600,6 miliar, nilai deposit tertinggi di antara seluruh wilayah yang dipetakan. Disusul Jakarta Timur di urutan ketiga dengan 81.750 pemain dan deposit Rp425,9 miliar, serta Kota Bandung dengan 80.549 pemain dan deposit Rp341,7 miliar.

Berdasarkan sebaran provinsi, dari 10 wilayah dengan pemain terbanyak, empat berasal dari DKI Jakarta, empat dari Jawa Barat, dan dua dari Banten.

Dari sisi profil pemain, PPATK menyebut kelompok usia 20–30 tahun sebagai penyumbang terbesar, diikuti kelompok usia 31–40 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, pemain laki-laki mendominasi dengan perbandingan 7:4 dibanding perempuan.

"Kelompok usia produktif yang menjadi motor ekonomi justru menjadi kelompok yang paling rentan terpapar judi online. Yang dipertaruhkan bukan hanya uang, tetapi juga masa depan produktif," ungkap PPATK.

Lembaga tersebut juga menegaskan bahwa fenomena judol kini telah merambah ke lingkungan sehari-hari masyarakat.

"Judi online bukan lagi fenomena yang jauh atau abstrak. Ia sudah hadir di lingkungan tempat tinggal, sekolah, kampus, tempat kerja, hingga komunitas sekitar kita," tambah PPATK dalam keterangan yang sama.