POJOKBOGOR.id - Perusahaan farmasi PT Darya-Varia Laboratoria, Tbk bermitra dengan Kementerian Kesehatan dalam upaya pencegahan stunting di Desa Cibatok II, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor yang berhasil menurunkan angka stunting di desa itu hingga 80 persen.
Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria, Tbk dr Ian Kloer mengungkapkan, stunting memerlukan pendekatan dan intervensi sistematis terhadap ekosistem, serta pemenuhan gizi yang optimal.
"Upaya mengentaskan stunting di Indonesia bukan hanya masalah fisik, tetapi juga masalah sosial dan ekonomi yang mempengaruhi kesejahteraan bangsa," kata dr Ian dalam bincang-bincang di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Disdukcapil Kota Bogor Tambah Jam Layanan Sampai Jemput Bola ke Sekolah Sebelum Pemilu 2024 Mulai
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balit, akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, yang menyebabkan hambatan perkembangan kognitif dan motorik, hingga penurunan kapasitas intelektual serta meningkatkan risiko penyakit tidak menular.
Maka, sejak 2018 Corporat Social Responsibility (CSR) Darya-Varia telah menjalankan berbagai program pencegahan stunting di Indonesia, khususnya Desa Cibatok II. Hasilnya, angka stunting di desa itu turun hingga 80 persen pada 2023.
Deaa Cibatok II dipilih karena prevalensi stunting di Jawa Barat menjadi yang tertinggi di Indonesia. Sehingga, lokasi pencegahan stunting difokuskan di Jawa Barat sejak 5 tahun silam.
Baca Juga: Warga Jonggol Tewas usai Dihantam Batu Bata serta Tikaman Senjata Tajam
Darya-Varia bersama Kemenkes terus berkolaborasi untuk menurunkan stunting di Desa Cibatok II hingga mencapai 100 persen dan diharapkan dapat menjangkau desa-desa lain lewat program serupa dalam beberapa waktu ke depan.
Beberapa program pencegahan stunting yang dilakukan antara lain, edukasi kesehatan, pelatihan peningkatan kompetensi bidang, pemberdayaan posyandu melalui pengadaan bahan makanan sehat dan peralatan kesehatan, hingga pengecekan kesehatan gratis.
"Desa Cibatok II ini berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan. Program ini menjadi berbeda karena kegiatan-kegiatan intervensi yang dilakukan lebih dari sekadar pemberian suplemen gizi dan nutrisi," kata Sekretaris Desa Cibatok II Enjang Hariri.
Menurutnya, program kolaborasi ini sudah menargetkan hal-hal yang sifatnya pencegahan di hulu, seperti penyuluhan kesehatan ibu dan anak, perbaikan sanitasi lingkungan, pemberdayaan keluarga, dan terutama edukasi dini pada remaja. ***



