POJOKBOGOR.id - Telah terjadi 2 kali kebakaran di Bogor dlam sehari ni. Yang terbaru, kebakaran di sekitar gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Putat Nutug 01, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Rabu 23 Juli 2025 malam.
Kebakaran di Bogor ini berasal dari bangunan kantin sekolah yang terbakar sekitar pukul 18.00 WIB.
Warga yang melihat kobaran api segera berdatangan untuk membantu proses pemadaman kebakaran di Bogor agar api tidak merembet ke bangunan lainnya.
Baca Juga: Tawuran di Bogor Bikin Resah, Polisi Tangkap Tiga Remaja yang Sedang Duel di Depan Vivo Mall
“Iya betul, ada kebakaran di belakang gedung SDN Putat Nutug 01. Obyek yang terbakar itu bangunan kantin sekolah,” ujar Sekretaris Desa Putat Nutug, Yogi Ramadhana.
Yogi memastikan api berhasil dipadamkan dan tidak sampai menjalar ke gedung sekolah atau bangunan sekitar lainnya.
“Api sudah dapat dipadamkan dan tidak merembet ke bangunan lain. Hanya kantin sekolah saja yang terbakar. Kami bersama pengurus masih di lokasi. Petugas dari Damkar juga sudah hadir,” tambahnya.
Baca Juga: 200 Pengamen di Kota Bogor Lolos Sekelsi, Siap Live Music di Taman dan Kafe
Sementara itu, Komandan Sektor Pemadam Kebakaran (Dansek Damkar) Wilayah Parung, Iwan Hermawan, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran di Bogor sekitar pukul 18.17 WIB dan segera mengerahkan delapan personel ke lokasi.
“Delapan orang petugas langsung meluncur dengan dua unit mobil Damkar dari Sektor Parung. Obyek terbakar adalah bangunan kantin dan api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban luka,” jelas Iwan.
Hingga berita ini diturunkan, aparat dari Damkar, Satpol PP, Pemerintah Desa Putat Nutug, dan pengurus lingkungan masih berada di lokasi. Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran.
Namun sebelumya, terjadi kebakaran di Bogor, kali ini gudang dan pabrik makanan ringan hangus diduga akibat korsleting listrik di Tajurhalang, Kabupaten Bogor.
Tidak ada korban dalam kejadian kebakaran di Bogor tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 500 Juta.
"Objek yang terbakarnya gudang dan tempat produksi makanan ringan, produksi makanan ringan keripik. Nihil korban luka atau jiwa," Kepala Dinas Kebakaran Kabupaten Bogor Yudi Santosan terkait kebakaran di Bogor tersebut, Rabu 23 Juli 2025.
Yudi menyebutkan kebakaran diduga terjadi akibat korsleting listrik di dalam pabrik dan gudang. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta.
"Penyebab kebakaran korsleting listrik. Total kerugian kurang lebih Rp 200-500 juta," sebutnya.
Terpisah, Komandan Regu Damkar Kabupaten Bogor Rivaldi menyebutkan kebakaran di Bogor ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Sebanyak empat unit pemadam diterjunkan ke lokasi untuk penanganan.



