BOGOR.POJOKSATU.id - Balai Besar Taman Nasional atau BBTN Taman Nasional Gunung Gede Pangrango resmi menutup sementara seluruh kegiatan wisata alam berbasis sungai.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif menyusul tingginya curah hujan yang masih melanda kawasan tersebut.
Penutupan mulai diberlakukan sejak Minggu, 3 Mei 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.
Selama periode ini, seluruh aktivitas wisata yang berkaitan dengan aliran sungai di kawasan taman nasional dihentikan sementara guna menghindari potensi risiko bagi pengunjung.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial BBTN Gunung Gede Pangrango, yang menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat ini dinilai belum aman untuk aktivitas wisata air.
“Penutupan dilakukan demi keselamatan bersama agar kegiatan wisata tetap menjadi momen bahagia, bukan menjadi bencana. Semoga ke depan kita dapat kembali menikmati keindahannya dengan kondisi yang tetap terjaga,” tulis akun resmi tersebut.
Tingginya curah hujan berpotensi meningkatkan debit air sungai secara signifikan, yang dapat memicu arus deras, banjir bandang, hingga longsor di sekitar kawasan wisata.
Oleh karena itu, langkah penutupan ini diambil sebagai upaya pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Pihak pengelola juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi kebijakan yang telah ditetapkan serta terus memantau perkembangan informasi resmi terkait pembukaan kembali wisata.
Keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama dalam pengelolaan kawasan konservasi tersebut.
Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan seluruh pihak dapat memahami situasi yang ada dan mendukung upaya menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.***



