POJOKBOGOR.id - Pemerintah Kabupaten Bogor, melakukan uji coba penerapan Car Free Day (CFD) di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, Minggu 26 Oktober 2025 pagi.
Banyak warga menilai CFD Tegar Beriman diberlakukan secara tanggung. Pasalnya, dari empat jalur yang tersedia, CFD hanya berlaku di lajur cepat pada masing-masing jalur.
Sehingga, kendaraan dari simpang PDAM menuju Cibinong City Mall (CCM) maupun sebaliknya, masih dapat melintas di lajur lambat. Ini yang kemudian disayangkan masyarakat.
Baca Juga: Antusias Warga Tinggi, CFD di Jalur Tegar Beriman Cibinong Diuji Coba Positif
"Tanggung. Kalau CFD kan harusnya bebas kendaraan. Tapi ini kan uji coba ya. Mudah-mudahan ke depan lebih baik lagi dan rutin pelaksanaannya," kata salah satu warga, Muhammad Arifin.
Pemkab Bogor menggelar CFD atas arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, sebagai bagian dari upaya membangun karakter kota yang berorientasi pada keberlanjutan dan kualitas hidup warganya.
“CFD ini kan arahan Pak Bupati. Beliau ingin membangun karakter kota yang sehat dan manusiawi. Cibinong sedang bertransformasi menjadi kota yang bisa dinikmati oleh penduduknya, bukan sekadar area administratif,” jelas Ajat.
Baca Juga: Sekda Ajat: Car Free Day Cibinong Jadi Langkah Awal Transformasi Menuju Kota yang Sehat dan Nyaman
Ajat menambahkan, pelaksanaan CFD juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Dengan meniadakan kendaraan bermotor pada waktu tertentu, pohon-pohon dan ruang terbuka hijau di kawasan tersebut dapat beristirahat dari paparan polusi, sehingga udara menjadi lebih segar dan nyaman.
“Kita belajar dari pengalaman pandemi COVID-19 bahwa alam juga perlu waktu untuk ‘bernapas’. Dengan adanya CFD, pohon-pohon yang setiap hari terpapar karbon dioksida bisa berproses menghasilkan oksigen lebih banyak. Udara pun terasa lebih segar,” jelasnya.
Menurut Ajat, uji coba pelaksanaan CFD Tegar Beriman akan dilakukan secara bertahap dengan beberapa skema penutupan jalan yang akan dievaluasi secara berkala.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Kuliner Malam di Puncak Bogor yang Wajib Banget Dicoba,Ada yang Buka 24 Jam!
Pemerintah akan menyesuaikan pola terbaik sesuai kebutuhan masyarakat dan efektivitas rekayasa lalu lintas.
“Ada beberapa alternatif yang sedang kita uji. Bisa hanya menutup jalur cepat, atau seluruh ruas jalan. Semua akan kita lihat dari respon masyarakat dan hasil evaluasi petugas di lapangan,” tuturnya.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pagi. Banyak warga datang untuk berolahraga, bersantai, hingga memanfaatkan layanan publik yang turut disediakan dalam kegiatan ini, seperti pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.
Baca Juga: WAN Teknologi Dorong Siswa SMK Kuasai Skill Digital dan Siap Bersaing di Dunia Industri
Ajat juga mengapresiasi berbagai instansi dan perkantoran di sekitar lokasi CFD yang mendukung kegiatan ini dengan membuka area parkir untuk masyarakat.
“Terima kasih atas dukungan semua pihak, terutama masyarakat yang sangat antusias. Beberapa kantor bahkan membuka halamannya untuk parkir, ini bentuk kolaborasi yang baik,” ucapnya.
Ke depan, Pemkab Bogor berencana memperluas fungsi kegiatan CFD sebagai ruang interaksi publik dan pelayanan masyarakat, seperti menghadirkan layanan Dukcapil, Samsat, hingga Gerai Gokula di area kegiatan.
Baca Juga: Petugas Dishub Kota Bogor Dipukul Saat Aksi Demo Sopir Angkot, Kasusnya Kini di Polisi
“Respon masyarakat sangat positif. Artinya, ke depan kita bisa membuka pelayanan publik lainnya di kegiatan ini. Ini sejalan dengan tujuan Bapak Bupati untuk menghadirkan kota yang hidup dan dekat dengan warganya,” jelas Ajat. ***



