POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos) Robben Rico, meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Permanen di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Senin 13 Juli 2026.
SR di Desa Sipak, berdiri di atas lahan milik Pemkab Bogor seluas 6,96 hektare dan dibangun oleh Kementerian PU dengan anggaran bersumber dari APBN sebesar Rp284 miliar.
Sekjen Kemensos Robben Rico menjelaskan, SR ini ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Baca Juga: Banyak Pengendara Nekat Lawan Arah Akibat Kemacetan Panjang Lampu Merah Simpang Bomang Jampang Bogor
"Hari ini saya bersama Pak Bupati ingin melihat dan memastikan (progres) pembangunan karena memang kejar-kejaran waktunya dengan proses MPLS yang harus kita eksekusikan di tahun ajaran 2026-2027," jelas Robben Rico.
Ia menegaskan, Kemensos terus berkoordinasi dengan Kementerian PU, selaku kementerian yang bertanggung jawab dalam proses pembangunan agar SR Jasinga dapat selesai tepat waktu.
"Tadi dijanjikan oleh teman-teman penyedia jasa bahwa akhir Juli ini MPLS sudah bisa masuk dan rampung keseluruhan pertengan Agustus," kata dia.
Baca Juga: Jadi yang Terpadat se Jabodetabek, 18 Juta Penumpang 'Kepung' Stasiun Bogor
Kemensos mewacanakan untuk menambah kapasitas SR Jasingan menjadi 2.000 siswa dari awalnya 1.080 siswa, baik tingkat SD, SMP dan SMA.
"Tadi Pak Bupati mempersilahkan untuk bisa penambahan kapasitas menjadi 2.000 lebih siswa dengan memberikan lahan yang ada di samping untuk bisa dibangun. Untuk saat ini saya harap teman-teman penyedia jasa untuk memenuhi schedule pembangunan," katanya.
Sementara Bupati Bogor Rudy Susmanto SR Jasinga akan menjadi sarana pendidikan yang representatif bagi masyarakat Kecamatan Jasinga, Cigudeg, Nanggung maupun Sukajaya.
Baca Juga: INFORMASI, Bansos PKH dan BPNT untuk 18 Juta Masyarakat Cair Mulai 20 Juli 2026
"Awalnya sekolah ini dibangun untuk warga sekitar, tapi karena jumlahnya belum terlalu banyak, maka sementara digabung dengan siswa dari kota dan kabupaten lain yang tidak jauh dari Bogor," kata Rudy.
Ia optimis dengan SR yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini, masyarakat kurang mampu bisa mendapatkan fasilitas dan sistem pendidikan yang baik secara gratis.
"Kita melihatnya adalah masa depan bangsa Indonesia 10 tahun lagi. Maka pada saat SD, SMP, SMA, masyarakat yang kurang mampu dapat mendapat fasilitas dan sistem pendidikan yang sama dengan beberapa fasilitas-fasilitas pendidikan swasta yang ada di Indonesia yang berbayar mahal, di sini semuanya gratis. Tempat tinggalnya gratis, seragamnya diberikan gratis, makan tiga kali sehari gratis, dan semua fasilitas yang ada diberikan sepenuhnya gratis oleh negara," kata Rudy. ***



