POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto, membentuk satgas untuk memberantas peredaran narkoban di Kabupaten Bogor.

Satgas itu terdiri jajaran Forkimpimda Kabupaten Bogor serta BNN Kabupaten Bogor yang akan bergerak massif hingga tingkat desa.

Kesepakatan ini dihasilkan dalam rapat koordinasi P4GN yang digelar di Pendopo Bupati, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga: Mobil Tertabrak Kereta Usai Bablas Masuk Rel, Pengemudinya Hilang Meninggalkan TKP

Langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya menjaga masa depan daerah melalui perlindungan generasi muda dari ancaman narkoba dan penyalahgunaan obat berbahaya.

“Tidak ada ruang bagi narkoba di Kabupaten Bogor. Kita bergerak bersama, serentak, dari tingkat kabupaten sampai ke desa untuk memberantas hingga ke akar-akarnya,” tegas Rudy Susmanto.

Pelibatan unsur pemuda, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, hingga tokoh keagamaan juga diperkuat sebagai garda terdepan dalam pencegahan.

Baca Juga: 15.000 Kendaraan Masuk ke Puncak Bogor Kena One Way, Polres Prediksi Puncak Ledakan Akan Terjadi Besok

Pemerintah Kabupaten Bogor juga mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk memutus rantai peredaran narkoba.

“Laporkan jika ada indikasi peredaran. Identitas pelapor kami jamin aman. Ini perjuangan bersama untuk menyelamatkan generasi muda,” ujarnya.

Kepala BNN Kabupaten Bogor, Kombes Pol Anggun Cahyono menegaskan kesiapan seluruh pihak dalam mendukung gerakan tersebut.

Baca Juga: Sebanyak 774 Jemaah Haji Asal Kota Bogor Dipastikan Berangkat ke Mekah, Dedie Rachim Harap Kuotanya Bertambah

“Kami bersama seluruh unsur siap bekerja maksimal. Pemberantasan narkoba akan dilakukan secara masif, terukur, dan menyentuh hingga ke tingkat paling bawah demi mewujudkan Kabupaten Bogor yang bersih dari narkoba,” ungkapnya.

Selanjutnya, Kepala Balai POM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, menyoroti bahaya peredaran obat ilegal yang kerap disalahgunakan dan berdampak serius terhadap keamanan masyarakat.

Peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat tertentu sudah sangat mengkhawatirkan. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca Juga: Ada 56 Perempuan Meninggal Dalam Sehari Akibat Kanker Serviks, Jenal Mutaqin Apresiasi Vaksinasi HPV BPOM

"Apa yang kami lakukan semata-mata untuk melindungi keluarga dan masa depan anak-anak kita,” tegas Jeffeta.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor agar penanganan berjalan terpadu dan efektif.

“Kami mendorong penguatan regulasi dan kerja sama lintas instansi agar pengawasan obat dan makanan dapat berjalan optimal serta selaras dengan upaya pemberantasan narkoba,” tambahnya. ***