POJOKBOGOR.id – Bupati Bogor Rudy Susmanto menghentikan sementara operasional dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Dramaga menyusul dugaan keracunan yang dialami 24 warga penerima manfaat, Kamis (7/8/2026) dini hari.

Keputusan tersebut diambil sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diambil oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Rudy Susmanto mengatakan, dirinya langsung mendatangi Puskesmas Dramaga setelah menerima laporan adanya dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah warga, termasuk siswa SDN Ciherang 01 Dramaga.

Baca Juga: Pemkot Bogor Kuatkan Sinergi Tekan Angka Putus Sekolah, OPD Minta Aparatur Lakukan Door to Door

"Kami datang ke Puskesmas Dramaga untuk memastikan bagaimana kondisi masyarakat yang ada. Terdapat informasi ada 24 warga masyarakat, baik anak-anak maupun dewasa. Sebanyak 22 orang dirawat di Puskesmas Dramaga dan dua orang sudah diizinkan pulang," ujar Rudy.

Menurut Rudy, Pemkab Bogor masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut. Dinas Kesehatan bersama Puskesmas telah mengambil sampel makanan untuk diuji di Labkesda Kabupaten Bogor.

Selain itu, tim kesehatan juga diterjunkan ke sejumlah sekolah penerima manfaat MBG guna melakukan pendataan dan pemeriksaan. Pemerintah akan menyampaikan hasil penyelidikan berdasarkan data dan fakta setelah hasil laboratorium selesai.

Baca Juga: Bisa Menampung Pedagang Sampai 450, Pasar Merdeka Siap Beroperasi

"Kalau bersumber dari dapur SPPG, dapur tersebut melayani 2.666 penerima manfaat. Sedangkan yang terindikasi atau terduga keracunan ada 24 orang. Maka kami sedang memastikan dari mana sumber keracunan tersebut berasal," jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Bogor telah merekomendasikan kepada Badan Gizi Nasional agar operasional dapur MBG tersebut dihentikan sementara hingga hasil uji laboratorium keluar.

"Kami meminta agar operasional dapur dihentikan sementara sampai hasil laboratorium keluar. Dapur tersebut melayani penerima manfaat mulai dari PAUD, TK, pondok pesantren hingga SD," kata Rudy.

Ia juga memastikan seluruh biaya pengobatan bagi warga yang diduga mengalami keracunan akan ditanggung Pemerintah Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Pemkot Kembali Sisir Jalur Parkir di Mayor Oking dan Alun Alun Kota Bogor

"Untuk pengobatan bagi yang terduga keracunan, semua ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Tentunya kami akan memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, sementara operasional dapur MBG di Kecamatan Dramaga dihentikan sementara sebagai langkah pencegahan.