POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Iwan Setiawan sedang berada di Prancis untuk menjajaki kerja sama pengelolaan air bersih bersama Suez Pte. Ltd. Rencanaya, kunjungan kerja tersebut berlangsung selama 10 hari.

Iwan Setiawan terbang ke Prancis pada Sabtu (21/10) atas undangan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kahuripan, yang juga memenuhi undangan dari Suez Pte. Ltd.

Beberapa hal yang akan dijajaki yakni soal kerja sama di bidang air minum, seperti pembangunan instalasi pengolahan air minum berbasis teknologi, mengingat Suez merupakan perusahaan air minum cukup terkemuka yang bermarkas di Paris, Prancis.

Baca Juga: Perumda Tirta Kahuripan Berikan Diskon Khusus untuk Biaya Penyambungan Kembali Instalasi Air Bersih

"Ini undangan dari mereka. Kita berencana menjajaki kerja sama. Mereka ingin menjelaskan rincian teknologi dan keahlian manajemen dalam pengembangan layanan air di masa depan yang berdampak positif pada lingkungan hidup, kesehatan dan iklim," kata Iwan Setiawan dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/10).

Suez merupakan perusahaan air minum terkemuka di dunia yang bermarkas di Paris dan telah hadir di 40 negara dan 5erkenal dengan teknologi dan sistem pengelolaan air minum berkelanjutan yang mengedepankan kesehatan dan lingkungan.

Di sana, Perumda Tirta Kahuripan dan Bupati Bogor akan mengikuti serangkaian kegiatan, di antaranya dialog interaktif dan kunjungan ke water treatment plant, kunjungan ke wastewater treatment plant, dan mengunjungi water treatment supporting industry.

Air beraihBaca Juga: 37 dari 40 se-Kabupaten Bogor Krisis Air Bersih

Para delegasi juga akan diajak melihat perkembangan teknologi terbaru dan terkini dalam pengolahan air minum dan air limbah, serta energi berwawasan lingkungan yang sudah diterapkan hampir seluruh proyek Suez di dunia.

Iwan berharap, teknologi yang ada di Suez dapat secara bertahap diaplikasikan di Perumda Tirta Kahuripan dengan menyesuaikan kondisi wilayah.

Sementara Direktur Operasional Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Tedi Kurniawan menjelaskan, pelayanan yang dilakukan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan saat ini belum dapat mencakup seluruh wilayah.

Baca Juga: AQUA Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau

Untuk itu, diperlukan upaya untuk peningkatan dan pemerataan wilayah pelayanan. Studi tiru ini juga dilakukan untuk menjawab tantangan dalam mengatasi kondisi ekstrem kekeringan di Kabupaten Bogor yang saat ini terjadi dan sangat mungkin terjadi di masa mendatang.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Bogor, melalui Perumda Air Minum Tirta Kahuripan untuk peningkatan cakupan maupun dari segi pendanaan yang cukup besar tanpa membebani keuangan daerah atas potensi kebutuhan masyarakat terhadap air minum yang sangat besar.

“Salah satu solusi untuk dapat mengoptimalkan alternatif pembiayaan melalui kerja sama investasi antara Perumda Air Minum Tirta Kahuripan dengan badan usaha," kata Tedi.

Baca Juga: Gara-gara Ikuti Google Maps, Mobil ini Masuk Parit di Cileungsi

Tedi berharap, kunjungan ini dapat menarik minat Investor, khususnya Suez Pte. Ltd. yang memiliki pengalaman dalam penyediaan air minum dan pengolahan air limbah berbasis teknologi di Eropa, Asia dan Afrika untuk membantu Perumda Air Minum Tirta Kahuripan.

Baik dalam bentuk Kerjasama dalam bentuk Bangun Guna Serah (BGS) atau Bangun Serah Guna (BSG), ataupun dalam bentuk lainnya sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia.

Kunjungan ini juga diharapkan  dapat memberikan gambaran, alternatif dan rekomendasi langkah-langkah penguatan strategi peningkatan pelayanan publik dengan alih teknologi.

Baca Juga: Kemarau Melanda, BPBD Kota Bogor Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Khususnya pemenuhan dasar atas air kepada masyarakat dengan optimasi alternatif pembiayaan. Sehingga, dapat terpenuhinya penyiapan infrastruktur sarana dan prasarana air minum di Kabupaten Bogor yang dibutuhkan dalam jangka menengah maupun jangka panjang.

"Selain hal tersebut, kegiatan ini dapat meningkatkan citra positif, khususnya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam peningkatan investasi dalam sektor pelayanan publik berbasis masyarakat baik dalam skala nasional maupun skala internasional," tandasnya. ***