POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto, membawa sebilah golok saat datang ke kawasan hutan kota Pakansari, Selasa, 14 Juli 2026. Rudy datang untuk memimpin kegiatan bersih-bersih hutan kota serta menanam pohon di titik yang masih kosong.

Dalam kegiatan itu, Rudy didampingi Sekretaris Daerah Ajat Rochmat Jatnika, beserta beberapa kepala SKPD, Camat dan Lurah se-Kecamatan Cibinong.

"Hutan kota ini memang pemda yang membangun. Maka harus terus dijaga kebersihannya. Dimulai dari kita, mudah-mudahan bisa menular kepada masyarakat untuk menjaga kebersihannya," ujar Rudy.

Baca Juga: Hari Ini 14 Juli 2026, Cuaca Bogor Kota dan Kabupaten Didominasi Langit Berawan

Rudy tidak hanya memberi perintah, tetapi ia juga memangkasi dedauan padan anak pohon jati menggunakan golok yang dibawanya, dengan harapan pohon jati itu cepat tumbuh tinggi dan rimbun.

"Dipangkasi supaya cepat tinggi dan besar dan nutrisinya tidak banyak terbagi oleh dedaunan yang ada di dibawah pohon ini," ujar Rudy Susmanto.

Di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto, Pemkab Bogor terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keberlangsungan ekosistem lingkungan melalui percepatan pembangunan hutan kota di seluruh wilayah.

Rudy telah menerbitkan Instruksi Bupati Nomor: 100.4.4.2/910-DLH tentang Percepatan Program Penanaman Pohon Satu Hektar Hutan Kota di Setiap Kecamatan yang ditandatangani pada 31 Desember 2025.

Baca Juga: Terminal Laladon Bogor Diduga Jadi Lokasi 'Asik' COD Tramadol

Hingga saat ini, capaian program tersebut telah menghasilkan pembangunan hutan kota seluas 156,44 hektare yang tersebar di seluruh Kabupaten Bogor, dengan jumlah pohon yang telah tertanam mencapai 45.152 pohon.

Untuk memastikan program penghijauan tidak berhenti dan terus berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Bogor juga menggulirkan program “Selasa Menanam” sebagai gerakan rutin penanaman pohon.

Melalui program ini, kegiatan penanaman dilakukan secara konsisten setiap pekan sehingga jumlah pohon dan luasan hutan kota terus bertambah dari waktu ke waktu.

Baca Juga: MIRIS! Baru Hari Pertama, Makanan MBG di Beberapa Sekolah Justru Berakhir Jadi Pakan Ternak

Kebijakan ini merupakan respons nyata terhadap tantangan perubahan iklim, sekaligus upaya memperkuat ketahanan lingkungan dan mengendalikan emisi karbon secara berkelanjutan

Instruksi tersebut disusun berdasarkan landasan hukum yang kuat, di antaranya Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Instrumen Nilai Ekonomi Karbon, serta hasil evaluasi pembangunan daerah tahun 2025.

Dalam pelaksanaannya, Bupati Bogor memberikan mandat kepada seluruh perangkat daerah.

Sekretaris Daerah ditunjuk sebagai koordinator utama, Dinas Lingkungan Hidup berperan sebagai pendamping teknis dan evaluator lapangan, sementara para Camat bertanggung jawab menyediakan lahan minimal satu hektare hutan kota di wilayah masing-masing serta menggalang dukungan pendanaan melalui CSR/TJSL.

Baca Juga: Rudy Susmanto Perkuat Sinergi dengan Kemensos, Pastikan Pembangunan Sekolah Rakyat Jasinga Berjalan Optimal

SKPD dan BUMD juga ditetapkan sebagai dinas pengampu untuk mendukung penyediaan bibit serta sarana prasarana.

Program penanaman dimulai pada Januari 2026, dengan puncak kegiatan Penanaman Serentak se-Kabupaten Bogor yang akan dilaksanakan pada 5 Juni 2026 bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. 

Jenis pohon yang ditanam meliputi pohon cepat tumbuh, pohon endemik, serta pohon bernilai ekonomi dan konservasi.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa percepatan pembangunan hutan kota membutuhkan dukungan seluruh pihak, khususnya pemerintah kecamatan untuk memenuhi ketentuan minimal satu hektare per kecamatan.

Baca Juga: Alami Kekeringan dan PAM Desa Tidak Berjalan, Warga Desa Banjarwaru Ciawi Bogor Kesulitan Dapat Air Bersih

“Jika lebih dari satu hektare, sangat baik. Sementara untuk desa atau kelurahan, minimal harus memiliki kawasan hijau sebagai bagian dari penguatan lingkungan,” ujarnya.

Bupati Bogor juga menegaskan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi mendatang.

“Apa yang kita tanam hari ini bukan untuk diri kita, tetapi untuk anak cucu kita. Tuhan menciptakan manusia setiap detik, tetapi dunia hanya satu kali. Kita mulai dari tanah yang kita pijak, Kabupaten Bogor, untuk Indonesia yang lebih baik,” tegas Rudy. ***