BOGOR.POJOKSATU.id - Permasalah sampah pada TPA Galuga hingga kini memang masih menjadi perhatian serius semua pihak. Dengan kondisi yang sudah sangat overload, upaya penutupan dan relokasi pun mulai digodok.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa Galuga bukan hanya urusan Kabupaten Bogor semata tapi juga harus menjadi tanggung jawab Kota Bogor.

Sebab Kota Bogor juga ikut serta mengirimkan sampah ke TPA Galuga. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya.

"Itu soal kerja sama saja, mana bagian kita mana bagian kota. Nanti kita selesaikan porsi kita, kalau ada yang perlu dikerjasamakan tentu kita bicarakan," ucap Teuku.

Sementara itu, alternatif ke TPAS Nambo yang dikelola provinsi belum bisa dijalankan. Hambatan administrasi membuat pengalihan sampah ke sana rawan dianggap ilegal.

"Kita tetap lakukan lobi dan persuasif, tapi memang tidak semudah itu," kata Teuku.

Seperti diberitakan sebelumnya, TPA Galuga menerima 2.000 ton sampah setiap harinya. Masuknya 2.000 ton sampah setiap hari ini membuat gunungan sampah semakin tinggi dan menebarkan bau sangat menyengat.

Dan jika tidak segera di tangani, kondisi mengerikan tersebut bisa saja menjadi bencana ledakan sampah hingga membahayakan kesehatan masyarakat sekitar. ***