BOGOR, POJOKBOGOR.id – Ada pemandangan menarik dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Cibinong, Kamis (1/10/2026).
Bukan hanya jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor yang memenuhi lapangan. Pelajar SMP dan SMA berdiri dalam barisan yang sama dengan unsur TNI, Polri, BPBD, Damkar, serta berbagai unsur pemerintahan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto turut hadir dalam peringatan tersebut.
Perbedaan usia, seragam, hingga tugas sehari-hari seakan hilang selama upacara berlangsung.
Dari generasi yang saat ini menjalankan pemerintahan hingga pelajar yang kelak menjadi generasi penerus Kabupaten Bogor, semuanya berhenti sejenak untuk memperingati satu momentum yang sama.
Baca Juga: Upacara Gelar Senja Tutup Rangkaian Peringatan Hari Pramuka ke 65 Tingkat Kota Bogor
Pelajar Jadi Bagian Penting Peringatan
Kehadiran pelajar menjadi salah satu sisi menarik dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini.
Pasalnya, pemerintah pusat tengah mendorong agar pemahaman mengenai Pancasila tidak berhenti pada pelajaran atau hafalan di ruang kelas.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyebut penguatan pendidikan Pancasila perlu diwujudkan melalui pengalaman nyata, budaya sekolah, pembiasaan, hingga berbagai kegiatan yang melibatkan peserta didik.
Baca Juga: Pakaian Adat Nusantara Warnai Upacara Pokok HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Bogor
“Sikap-sikap seperti ini akan bisa ditumbuhkan kalau murid memiliki banyak pengalaman dalam lembaga pendidikan yang banyak mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti di Bandung, Selasa (29/9/2026).
Upacara Hari Kesaktian Pancasila menjadi salah satu ruang bagi pelajar untuk melihat nilai kebangsaan tidak hanya melalui buku pelajaran, tetapi juga melalui pengalaman langsung bersama berbagai unsur masyarakat dan negara.
Pancasila Bukan Sekadar Hafalan
Pesan serupa sebelumnya juga pernah disampaikan Bupati Bogor Rudy Susmanto saat memperingati Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025.
Rudy menegaskan bahwa nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak cukup hanya diketahui, tetapi perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila harus benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari diri kita masing-masing,” ujar Rudy Susmanto di Cibinong, Rabu (1/10/2025).
Menurut Rudy saat itu, saling menghormati dan menjaga persatuan menjadi bagian penting dalam memperkuat kehidupan berbangsa.
Setahun kemudian, pesan tersebut kembali menemukan relevansinya di lapangan yang diisi peserta dari latar belakang berbeda.
Pelajar berdiri bersama aparat keamanan, petugas kebencanaan, pemadam kebakaran hingga jajaran pemerintahan dalam satu rangkaian upacara.
Tema Hari Kesaktian Pancasila 2026
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026 secara nasional mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Pedoman resmi penyelenggaraan dikeluarkan melalui Pedoman Menteri Kebudayaan Nomor B/668/MK/TU.02.03/2026 tertanggal 23 September 2026. Pemerintah juga menetapkan pelaksanaan upacara nasional pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Di tingkat pusat, Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada Kamis pagi.
Baca Juga: Ukir Sejarah, Bupati Rudy Susmanto Pimpin Upacara Hari Jadi Bogor ke-544 di Desa Malasari
Rangkaian upacara diisi antara lain penghormatan pasukan dan mengheningkan cipta untuk mengenang para pahlawan.
Sementara di Kabupaten Bogor, makna “pemersatu” itu terlihat dalam bentuk yang sederhana: generasi yang berbeda berdiri di lapangan yang sama.
Bagi para pelajar yang hadir, upacara bukan hanya menjadi kesempatan mengingat sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa nilai yang diwariskan hari ini pada akhirnya akan mereka bawa ke masa depan.



