BOGOR.POJOKSATU.id - Kawasan wisata Pemandian Air Panas Gunung Panjang yang berlokasi di Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, kini berada dalam kondisi yang semakin memprihatinkan.
Tempat yang dahulu dikenal sebagai salah satu destinasi favorit warga untuk menikmati pemandian air panas alami ini kini tampak tidak terawat dan kehilangan pesonanya.
Penurunan kondisi ini semakin terasa sejak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sebelumnya mengelola kawasan tersebut tidak lagi aktif.
Dengan berhentinya peran BUMDes, seluruh aktivitas pengelolaan dan perawatan tempat wisata pun ikut terhenti.
Fasilitas yang dulunya dapat digunakan dengan nyaman mulai mengalami kerusakan, area wisata tampak kotor, dan kios pedagang yang biasanya ramai pengunjung kini terlihat lengang.
Situasi ini membuat roda ekonomi warga sekitar, yang selama ini bergantung pada keberadaan wisata, ikut terpukul.
Ketiadaan pengelolaan rutin membuat kawasan yang dulu tertata semakin berubah menjadi area terbengkalai. Beberapa titik terlihat rusak tanpa perbaikan, dan minimnya perhatian dari pihak terkait membuat wisatawan enggan datang kembali.
Namun, kondisi ini bukan hanya disebabkan oleh kurangnya perawatan. Banyak keluhan dari masyarakat yang menyoroti maraknya tindakan pungutan liar (pungli) yang terjadi di kawasan tersebut.
Sejumlah netizen mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan saat berkunjung, mulai dari biaya parkir yang diminta lebih dari satu kali hingga harga tiket masuk yang dianggap tidak wajar mengingat fasilitas yang ada sudah tidak memadai.
Keluhan-keluhan tersebut ramai disampaikan di media sosial dan menjadi bukti bahwa pengunjung merasa dirugikan.
“Banyak pungli... sudah bayar parkir di depan, saat mau pulang diminta lagi di area parkiran. Belum lagi harga tiket masuk yang mahal, padahal cuma lihat air panas,” tulis seorang netizen.
Keluhan serupa juga disampaikan pengguna lainnya yang menilai keberadaan pungli menjadi alasan utama wisatawan enggan datang.
“Orang juga nggak mau kalau banyak punglinya,” komentar seorang netizen lain yang kecewa.
Bahkan ada yang pesimis tempat ini bisa berkembang jika praktik pungli terus berlangsung.
“Jangan harap berkembang, di sini banyak pungli,” tulisnya.
Situasi ini menunjukkan bahwa tanpa pengelolaan yang baik dan tanpa penertiban terhadap praktik pungli, Pemandian Air Panas Gunung Panjang akan semakin kehilangan daya tariknya.
Warga sekitar pun berharap pemerintah desa maupun pihak terkait kembali turun tangan untuk menata ulang kawasan wisata tersebut, menghidupkan kembali BUMDes, dan menindak tegas oknum yang melakukan pungutan liar.
Langkah-langkah tersebut dianggap penting agar tempat wisata ini dapat kembali pulih dan kembali menjadi destinasi yang layak dikunjungi. ***



