POJOKBOGOR.id - Sebanyak 37 SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Bogor mengalami kerusakan berat secara parsial.
Kondisinya tak main-main, mulai dari atap ambruk hingga dinding rusak, membuat sejumlah ruang kelas terpaksa dikosongkan demi keselamatan guru dan siswa.
Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) di puluhan sekolah tersebut ikut terdampak.
Beberapa kelas tidak bisa digunakan, bukan karena libur, tapi karena berisiko.
“Total ada 37 sekolah, SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Bogor yang secara parsial, gedung atau bangunannya mengalami kerusakan berat, hingga mengganggu aktivitas KBM,” kata Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat Wilayah I, Cucu Salman, Jumat (23/01/2026).
Cucu menjelaskan, seluruh sekolah terdampak sudah diusulkan untuk mendapat anggaran revitalisasi.
Skemanya lewat anggaran murni Dinas Pendidikan Jawa Barat maupun belanja tidak terduga (BTT).
Langkah BTT diajukan menyusul kondisi darurat di sejumlah sekolah.
Beberapa bangunan bahkan keburu ambruk sebelum sempat diperbaiki.
“Seperti SMA Negeri 2 Gunung Putri, SMK Negeri 1 Gunung Putri, dan SMK Negeri 1 Cileungsi. Atapnya sudah ambruk, jadi kami usulkan BTT supaya bisa segera direvitalisasi. KBM bagaimanapun wajib berjalan,” ujarnya.
Saat ini, pihak cabang dinas memastikan keselamatan menjadi prioritas.
Ruang-ruang yang dinilai berbahaya tidak digunakan, sambil menunggu proses perbaikan dari pemerintah provinsi.




