POJOKSATU.id, BOGOR - Stunting adalah ancaman serius bagi masa depan Kabupaten Bogor. Hal itu dikatakan oleh praktisi pendidikan sekaligus dosen eksternal IPB University, Ade Wardhana Adinata.

Menurut Ade Wardhana, dampak stunting meluas tidak hanya pada kesehatan individu, tetapi juga pada ekonomi dan stabilitas sosial daerah.

Oleh karena itu, lanjut Ade, upaya terintegrasi dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini.

Baca Juga: Ledakan Terjadi di Klapanunggal, Ditangani Densus 88

"Dengan perhatian dan tindakan yang tepat seharusnya Kabupaten Bogor dapat mengatasi masalah stunting dan memastikan masa depan yang lebih sehat dan produktif bagi generasi mendatang," ujar Ade.

Bakal calon Bupati Bogor ini menyebutkan bahwa investasi dalam kesehatan dan gizi anak-anak hari ini adalah investasi dalam masa depan yang lebih cerah dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.

"Stunting merupakan masalah kesehatan yang serius dan kompleks, Kondisi ini ditandai dengan kekurangan gizi kronis yang menyebabkan anak-anak memiliki tinggi badan yang jauh di bawah standar usianya," ucap pria yang akrab disapa AW ini.

Baca Juga: Polres Bogor Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Puncak Selama Libur Panjang Idul Adha

"Kabupaten Bogor, yang saat ini berada dalam zona merah stunting, menghadapi ancaman besar terhadap masa depan generasinya. Dampak stunting tidak hanya terbatas pada kesehatan individu, tetapi juga mencakup aspek sosial dan ekonomi yang lebih luas," tambahnya.

Dampak Kesehatan dan Perkembangan Anak

Ade menjelaskan, anak-anak yang mengalami stunting sering kali memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sehingga mereka lebih rentan terhadap penyakit infeksi.

Baca Juga: Belum Sepekan Sudah Ada Dua Tabung Gas Meledak di Kota Bogor, Korban Alami Luka Bakar Bahkan Sampai 70 Persen

Selain itu, stunting juga berdampak pada perkembangan otak, yang mengakibatkan keterlambatan dalam kemampuan belajar dan berkomunikasi.

Ketika anak-anak ini tumbuh dewasa, mereka cenderung memiliki kemampuan kognitif yang lebih rendah dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tidak mengalami stunting.

Akibatnya, peluang mereka untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang baik menjadi terbatas.

Implikasi Ekonomi Jangka Panjang

Lebih jauh Ade Wardhana mengatakan dampak ekonomi dari stunting sangat signifikan. Individu yang mengalami stunting cenderung memiliki produktivitas kerja yang lebih rendah dan sering kali berpenghasilan lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang tumbuh sehat.

Hal ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor secara keseluruhan, mengingat sebagian besar penduduknya mungkin tidak dapat berkontribusi secara optimal.

"Selain itu, biaya kesehatan yang meningkat karena penyakit terkait stunting menambah beban ekonomi bagi keluarga dan pemerintah daerah," katanya.

Dampak Sosial

Secara sosial, stunting dapat memperburuk ketidaksetaraan di masyarakat. Anak-anak dari keluarga miskin lebih rentan terhadap stunting, dan kondisi ini dapat memperkuat siklus kemiskinan.

Anak-anak yang mengalami stunting juga sering menghadapi stigma dan diskriminasi, yang dapat merusak kesehatan mental mereka dan mengurangi kepercayaan diri. Ketidaksetaraan ini semakin memperdalam jurang antara kaya dan miskin, menghambat upaya pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif.

Menurut Ade, harus ada upaya penanggulangan stunting yang serius serta diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan berbagai sektor.

Pertama, akses dan kualitas gizi harus ditingkatkan, terutama bagi ibu hamil dan balita. Program pemberian makanan tambahan, seperti susu dan makanan bergizi lainnya, perlu diperluas dan diawasi dengan ketat.

Kedua, edukasi tentang pentingnya gizi seimbang harus diperkuat melalui kampanye publik dan program pendidikan di sekolah.

Ketiga, layanan kesehatan primer untuk ibu dan anak harus ditingkatkan, termasuk pemeriksaan rutin dan imunisasi.

Keempat, kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangat penting dalam memerangi stunting.

"Program pemberdayaan ekonomi keluarga miskin dan peningkatan akses terhadap air bersih dan sanitasi juga merupakan bagian integral dari solusi ini," pungkasnya. ***