POJOKBOGOR.id – Aroma khas durian memenuhi kawasan Taman Budaya Sentul City selama Festival Durian yang berlangsung pada Sabtu hingga Minggu, 26–27 September 2026. Ribuan pengunjung memanfaatkan momentum tersebut untuk berburu dan mencicipi beragam durian lokal.
Festival ini tak sekadar menjadi ajang kuliner. Kegiatan tersebut juga menjadi panggung bagi petani, pedagang, UMKM, dan komunitas untuk memperkenalkan potensi durian lokal Kabupaten Bogor kepada masyarakat yang lebih luas.
Bupati Bogor Rudy Susmanto yang hadir dalam kegiatan tersebut mendorong agar potensi durian lokal terus dikembangkan sehingga mampu bersaing hingga pasar global.
Rudy mengatakan, Kabupaten Bogor memiliki beragam jenis durian dengan karakter rasa dan tekstur yang berbeda di setiap daerah.
“Durian Bogor ini banyak jenisnya dan tidak kalah dengan durian-durian yang terkenal hari ini. Ada Durian Cengal dari Leuwiliang, ada juga Black Tone Rancamaya,” kata Rudy.
Menurut Rudy, momentum musim durian menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih luas kekayaan komoditas lokal Kabupaten Bogor.
Ia pun mengajak masyarakat untuk datang langsung ke Kabupaten Bogor dan menikmati beragam durian yang dihasilkan para petani lokal.
“Saat ini sedang musim durian, silakan datang ke Sentul City dan datang ke Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Festival Jadi Etalase Durian Lokal
Keragaman varietas durian dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Selain memiliki cita rasa khas, keberadaan berbagai sentra durian di Kabupaten Bogor juga berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari wisata kuliner dan agrowisata.
Public Relations PT Sentul City Tbk, Maesa Putri, mengatakan Festival Durian merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk Sentul City, komunitas, pedagang, UMKM, dan media lokal Bogor.
“Ini adalah kolaborasi yang sangat luar biasa dari Tim Sentul City Group dengan rekan media lokal yang ada di Bogor,” ujar Maesa.
Menurutnya, festival tersebut memberikan ruang promosi bagi pedagang durian lokal sekaligus membuka peluang peningkatan penjualan selama acara berlangsung.
Hal serupa disampaikan perwakilan Harmony Community sekaligus penggerak UMKM, Suci Andriani.
Ia menyebut antusiasme pengunjung pada Festival Durian tahun ini cukup tinggi.
“Festival Durian tahun ini ramai banget, antusiasmenya tinggi sekali. Sebagai bagian dari Harmony Community, kami sangat senang bisa ikut berpartisipasi,” kata Suci.
Suci berharap festival serupa dapat terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak komunitas dan pelaku UMKM.
Pedagang Ikut Kecipratan Ramainya Festival
Salah seorang pedagang durian, Arifin, mengaku merasakan langsung dampak dari ramainya Festival Durian.
Ia menyebut penjualan pada hari pertama meningkat, terlebih setelah Bupati Bogor Rudy Susmanto membeli durian dagangannya.
“Penjualan hari pertama di Festival Durian di Sentul City alhamdulillah. Apalagi kedatangan Pak Bupati, penjualannya jadi meningkat. Pak Bupati juga ngeborong,” ujar Arifin.
Ketua Panitia Festival Durian Taman Budaya, Ayatullah Humaeni, mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang untuk membantu memperkenalkan sekaligus meningkatkan penjualan durian lokal Bogor dan Jawa Barat.
Festival juga menjadi ruang pertemuan antara petani, pedagang, komunitas pecinta durian, pemerintah, dan masyarakat.
“Memberikan bantuan langsung kepada pedagang durian lokal melalui peningkatan penjualan dan eksposur selama event,” kata Ayatullah.
Dari Cijeruk hingga Leuwiliang, Potensi Durian Bogor Melimpah
Ayatullah menuturkan, durian merupakan salah satu komoditas buah yang memiliki potensi besar di Bogor dan sekitarnya.
Sejumlah varietas seperti Montong, Petruk, Sunan, Bawor hingga berbagai durian lokal dari sentra seperti Cijeruk dan kawasan Warso Farm menjadi bagian dari kekayaan durian Bogor.
Menurutnya, keberagaman tersebut dapat dikembangkan lebih jauh sebagai daya tarik wisata kuliner sekaligus agrowisata.
Namun, pedagang durian lokal masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal akses pasar, promosi, dan persaingan dengan produk dari daerah lain maupun durian impor.
Karena itu, festival diharapkan menjadi salah satu cara mempertemukan langsung pelaku usaha dengan konsumen.
Selain berburu durian, pengunjung juga dapat menikmati suasana Taman Budaya bersama keluarga, mencicipi berbagai kuliner, serta melihat aktivitas para pelaku UMKM.
Festival Durian Taman Budaya Sentul City digelar oleh Tim Taman Budaya dan Tim Corcom Sentul City dengan dukungan Harmony Community yang mengusung semangat “Harmoni Dalam Damai.”
Mengangkat semangat “Sentul City – Wellness Living in True Nature”, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang rekreasi keluarga sekaligus wadah untuk memperkuat kolaborasi dan membuka peluang lebih luas bagi UMKM serta komoditas lokal Bogor.



