POJOKBOGOR.id – Jembatan antara bangku sekolah dan dunia kerja diperlebar SMKN 1 Cibinong.
Sebanyak 25 perusahaan resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama atau PKS dengan SMKN 1 Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis, 24 September 2026.
Kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen.
Ada tiga jalur utama yang disiapkan: Praktik Kerja Lapangan atau PKL yang mulai berjalan Oktober 2026, penyelarasan pembelajaran dengan kebutuhan industri, serta peluang rekrutmen langsung bagi lulusan yang memenuhi kebutuhan perusahaan.
Dari 33 perusahaan yang diundang, sebanyak 25 perusahaan hadir dan menandatangani kerja sama.
Artinya, sekitar tiga perempat calon mitra yang diundang langsung masuk ke dalam penguatan hubungan industri sekolah.
Baca Juga: Masih Menggunakan Baju Seragam Pramuka, Pelajar SMKN 1 Ciomas Bogor Nekat Lompat Dari Jembatan Loji
Semua Bidang Keahlian Kebagian Mitra
Yang menarik, kerja sama tersebut tidak terkonsentrasi pada satu bidang.
Program DPIB tercatat terhubung dengan sembilan perusahaan, TOI enam perusahaan, TP dan TFLM empat perusahaan, DKV tiga perusahaan, TKJ tiga perusahaan, RPL tiga perusahaan, TKR tiga perusahaan, serta TKP dua perusahaan.
Dengan pola tersebut, peluang siswa mendapatkan pengalaman industri tidak hanya terbuka untuk bidang mesin dan otomotif.
Siswa desain, perangkat lunak, jaringan komputer hingga konstruksi juga masuk dalam skema kemitraan.
Hal ini menjadi penting mengingat SMKN 1 Cibinong merupakan salah satu sekolah vokasi besar di Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Skandaversary ke-12, Menteri Kebudayaan Kagumi SMKN 2 Cibinong
Data Dinas Pendidikan Jawa Barat mencatat SMKN 1 Cibinong memiliki sekitar 2.494 siswa yang tersebar dalam 70 rombongan belajar.
Bukan Pertama Kali Perusahaan Masuk SMKN 1 Cibinong
Kerja sama dengan industri sebenarnya bukan hal baru bagi sekolah yang berlokasi di Jalan Karadenan, Cibinong tersebut.
Dalam kanal hubungan industrinya, SMKN 1 Cibinong sebelumnya mencatat sejumlah kegiatan rekrutmen bersama perusahaan, termasuk Komatsu Indonesia, PT Banteng Pratama Rubber, PT Tirta Fresindo Jaya hingga perusahaan lain.
Pada Mei 2026, sekolah juga mempublikasikan sejumlah siswa yang telah diterima bekerja di berbagai perusahaan. Kerja sama lain terus berkembang sepanjang tahun, termasuk dengan perusahaan di sektor teknologi digital.
Baca Juga: Pemkab Bogor Tanggung Biaya Pengobatan Siswa Korban Ambruknya SMKN 1 Gunungputri
PKS dengan 25 perusahaan pada September ini kemudian memperbesar jalur yang sudah dibangun tersebut.
Bagi siswa, jalurnya semakin jelas: belajar di sekolah, memperoleh pengalaman di industri, menjalani sertifikasi kompetensi, kemudian berpeluang mengikuti proses rekrutmen.
Sudah Punya 13 Skema Sertifikasi
Ada satu modal lain yang membuat pola tersebut menarik.
SMKN 1 Cibinong tercatat memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi atau LSP Pihak Kesatu yang berstatus aktif hingga Februari 2029.
Data Badan Nasional Sertifikasi Profesi mencatat LSP SMKN 1 Cibinong memiliki 13 skema sertifikasi, 22 tempat uji kompetensi, dan 32 asesor.
Skemanya mencakup antara lain teknisi instalasi kontrol berbasis PLC, juru gambar bangunan, teknisi mesin, teknik komputer dan jaringan, junior coder, technical support, content creator, otomasi industri, operator perkakas mesin hingga fotografer.
Dengan demikian, kerja sama 25 perusahaan berpotensi membentuk mata rantai yang lebih lengkap.
Siswa tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga dapat diuji melalui sertifikasi sebelum memasuki proses rekrutmen industri.
Oktober Mulai Masuk Industri
Tahap berikutnya akan mulai terlihat pada Oktober 2026.
Siswa dijadwalkan menjalani PKL di perusahaan mitra sehingga pengalaman industri tidak hanya diperoleh melalui simulasi di sekolah.
Mereka akan masuk langsung ke lingkungan kerja, mengenal ritme produksi, standar keselamatan, target pekerjaan, komunikasi profesional hingga budaya perusahaan.
Model seperti ini sejalan dengan arah pengembangan pendidikan vokasi pemerintah.
Direktorat SMK menegaskan bahwa kemitraan sekolah dan industri tidak seharusnya berhenti di MoU. Kerja sama idealnya menyentuh penyelarasan kurikulum, praktik kerja, sertifikasi dan penyerapan lulusan.
Baca Juga: Sebelum Ambruk, Lima Kelas SMKN 1 Gunungputri Tertimpa Batang Pohon
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin juga menekankan pentingnya dampak nyata dari kerja sama.
“Jangan biarkan rencana menumpuk di atas kertas. Kita harus melihat seberapa besar manfaatnya bagi murid,” kata Tatang dalam agenda Kemendikdasmen pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Dari Sekolah Langsung Mengenal Pintu Kerja
Di Jawa Barat, pola kemitraan SMK dan industri memang sedang diperluas.
Pada awal September 2026, sebanyak 32 SMK negeri di Jawa Barat menandatangani kerja sama dengan 64 perusahaan lintas sektor. Ruang lingkupnya mencakup manufaktur, teknologi informasi, otomotif, bisnis, pariwisata hingga ekonomi kreatif.
SMKN 1 Cibinong kini membangun pola serupa dalam skala sekolah.
Target akhirnya bukan sekadar membuat daftar perusahaan mitra semakin panjang.
Baca Juga: SMKN 1 Gunungputri Ambruk, Belasan Siswa Patah Tulang
Ukuran keberhasilannya akan terlihat ketika semakin banyak siswa mendapatkan PKL yang relevan, kompetensinya benar-benar sesuai kebutuhan perusahaan, dan lulusan mendapat akses yang lebih pendek menuju proses rekrutmen.
Bagi ribuan siswa SMKN 1 Cibinong, tanda tangan 25 perusahaan itu pada akhirnya baru pintu masuk.
Ujian sebenarnya dimulai ketika kerja sama tersebut berubah menjadi pengalaman kerja dan kesempatan mendapatkan pekerjaan setelah lulus.



