POJOKBOGOR.id – Ada satu bagian dari gerakan penghijauan di Sentul City yang membuat kegiatan penanaman pohon tidak berhenti pada seremoni.
Pohon-pohon yang ditanam diarahkan untuk dapat dipantau pertumbuhannya secara digital.
Dalam materi kegiatan yang Anda kirim, pemantauan tersebut diarahkan melalui platform tumbuh.bogorkuw.com.
Konsep ini membuat penanaman pohon memiliki jejak yang dapat dilihat setelah kegiatan selesai.
Baca Juga: Sudah 20 Ribu Mangrove Ditanam, Pertamina dan Masyarakat Terus Hijaukan Pesisir Sedari Karawang
Masalah penghijauan sering berhenti di hari penanaman
Penanaman pohon selama ini mudah terlihat saat seremoni.
Puluhan orang datang, bibit ditanam, dokumentasi dilakukan, kemudian kegiatan selesai.
Persoalan berikutnya justru jarang menjadi sorotan: apakah pohon tersebut tumbuh, siapa yang merawat dan bagaimana kondisi pohon beberapa bulan kemudian?
Pendekatan digital yang diperkenalkan dalam kegiatan Sentul City mencoba menjawab persoalan tersebut.
Laporan terbaru juga menyebut pemantauan pertumbuhan pohon menjadi bagian dari kegiatan penghijauan di kawasan.
Baca Juga: XLSMART Perluas Jaringan 5G Nasional, SMARTFREN Bawa Unlimited 5G dan Pengalaman Baru di Surabaya
Dengan sistem dokumentasi dan pemantauan, pohon tidak lagi sekadar menjadi angka dalam laporan kegiatan.
Masyarakat dapat mengikuti perjalanan pertumbuhan tanaman yang ditanam.
Dari “berapa pohon ditanam?” menjadi “berapa yang tumbuh?”
Ini perubahan pertanyaan yang cukup penting.
Program penghijauan seharusnya tidak hanya dinilai dari jumlah bibit yang ditanam.
Indikator yang lebih menarik adalah tingkat keberlangsungan pohon setelah ditanam.
Sentul City sendiri sebelumnya memiliki program penghijauan yang menekankan perawatan. Dalam kegiatan April 2026, perusahaan menyebut pohon yang ditanam akan dirawat berdasarkan prosedur agar pertumbuhannya optimal.
Baca Juga: KRL Bogor ke Jakarta Kota Terganggu Hari Ini, Perjalanan Dialihkan hingga Manggarai
Pada 2025, program penghijauan Sentul City juga dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk komunitas dan mitra usaha.
Artinya, gagasan penghijauan di kawasan tersebut mulai bergerak dari kegiatan sesaat menuju model yang membutuhkan perawatan berkelanjutan.
Teknologi bisa membuat warga ikut mengawasi
Keunggulan pendekatan digital adalah membuka kemungkinan keterlibatan masyarakat lebih jauh.
Warga tidak harus terlibat langsung setiap hari untuk mengetahui perkembangan pohon.
Informasi pertumbuhan dan dokumentasi dapat menjadi pengingat bahwa tanaman tersebut merupakan bagian dari ruang hidup bersama.
Konsep itu juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor yang mulai memperkuat program penghijauan secara sistematis.
Baca Juga: RSUD Kota Bogor Tembus 12 Besar WJIC 2026, Peluang Investasi Makin Terbuka
Pemkab Bogor sebelumnya menerbitkan Instruksi Bupati mengenai percepatan program penanaman pohon satu hektare hutan kota di setiap kecamatan.
Pada Juli 2026, pemerintah daerah juga mencatat 45.152 pohon telah ditanam dan dirawat di kawasan hutan kota seluas 156,44 hektare.
Bahkan data terbaru Pemkab Bogor yang dipublikasikan enam hari lalu menyebut jumlah pohon tertanam telah mencapai 67.696 pohon dengan luas hutan kota 177,26 hektare.
Pemerintah juga menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah pohon yang ditanam, tetapi berapa banyak yang mampu bertahan dan tumbuh.
Sentul City punya peluang membuat model baru
Jika sistem pemantauan benar-benar berjalan, pendekatan ini bisa menjadi model yang menarik untuk kegiatan penghijauan berbasis komunitas.
Masyarakat tidak hanya menjadi peserta ketika pohon ditanam.
Mereka dapat menjadi bagian dari proses setelahnya.
Karena pada akhirnya, pohon yang bertahan hidup lebih berharga daripada angka besar dalam spanduk kegiatan.
Baca Juga: Harga Pelayanan SIM Keliling Berbeda, Ini Rincian Persyaratan dan Lokasinya Hari Ini



