POJOKBOGOR.id - Warga Perumahan Sentul City, mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Selasa 12 Mei 2026. Mereka menagih janji Pemkab Bogor untuk melayani pengangkutan sampah.
Salah satu warga yang juga Ketua RW 11 Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang Joko Triyono mengungkapkan, sudah 3 hari sampah tidak diangkut.
"Truk sampah tidak boleh masuk oleh sekuriti Sentul City. Tetapi pemerintah jangan kalah oleh swasta karena sampah kami pun tidak dikelola," ujar pria yang tinggal di Cluster Udaya Sentul City itu.
Baca Juga: Telkomsel Luncurkan 'Terpujilah GURU', Bekali Guru Kuasai AI dan Kompetensi Digital
Ia mengungkapkan, kedatangan warga karena hingga saat ini janji DLH Kabupaten Bogor untuk mengangkut sampah seluruh warga Perumahan Sentul City yang juga tidak terlaksana.
Padahal, dalam pertemuan di Kantor Bupati Bogor beberapa waktu lalu, Pemkab Bogor berjanji akan melayani pembuangan sampah warga Perumahan Sentul City.
Ia menegaskan, jika sampah tidak dipungut kembali oleh DLH karena ada penolakan dari pengelola perumahan, maka sampah warga akan dibuang di masing-masing pos security cluster.
Baca Juga: Bakal Segera Dibangun, Proyek Tol Sentul Selatan Hingga Karawang Membutuhkan Dana Rp34,75 Triliun
"Kalau sampah warga Perumahan Sentul City tidak diangkut lagi oleh DLH, maka dengan terpaksa sampah kami akan buang ke Kantor DLH Kabupaten Bogor," tegasnya.
Sementara Sekretaris DLH Kabupaten Bogor Dede Armansyah mengaku dari banyak cluster di perumahan Sentul City, sampah di enam cluster diantaranya sudah dilayani jasa pembuangan sampahnya ke TPA Galuga, Cibungbulang.
Ia memastikan Pemkab Bogor akan secara bertahap melayani pengelolaan dan pembuangan sampah di seluruh cluster atau sesuai permohonan warga Perumahan Sentul City.
Baca Juga: Bukan Hanya Satu, Korban Pelecehan Oknum Guru BK SMA 4 Cibinong Bogor Diduga Ada Beberapa Siswi
"Kami siap melayani pembuangan sampah dari rumah warga perumahan Sentul City ke TPA Galuga. Kami juga akan melakukan sosialisasi agar warga tidak hanya memiliki bank sampah, tetapi juga memiliki kampung ramah lingkungan hingga sampah yang nantinya kami buang ke TPA Galuga, itu hanya tinggal 30 persen saja atau residu dan 70 persen sampahnya didaur ulang menjadi barang-barang yang bermanfaat dan memiliki nilai jual," kata Dede. ***



