POJOKBOGOR.ID - Peristiwa longsor yang terjadi di dekat kawasan Perumahan GTP arah Flyover Cibinong pada Selasa, 11 Maret 2026, masih menjadi perhatian warga dan pengguna jalan.

Longsoran tanah di sisi jalan tersebut menyebabkan satu tiang lampu penerangan jalan umum (PJU) roboh hingga melintang ke badan jalan dan sempat mengganggu arus lalu lintas.

Kejadian ini cepat menyebar di media sosial setelah sejumlah pengendara merekam kondisi lokasi yang terlihat cukup berbahaya.

Dalam video yang beredar, terlihat tiang lampu PJU miring lalu jatuh ke arah jalan, sementara material tanah longsor menutupi sebagian bahu jalan.

Baca Juga: Salat Idul Fitri dan Open House di Stadion Pakansari Bogor Diprediksi Bakal Dihadiri 5.000 Lebih Jemaah

Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama karena jalur menuju Flyover Cibinong merupakan akses penting yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kronologi Longsor 11 Maret

Berdasarkan keterangan warga sekitar, longsor terjadi setelah wilayah Cibinong diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi sejak sore hingga malam hari.

Tanah di area pinggir jalan diduga mengalami pergerakan akibat kondisi tanah yang labil dan sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air.

Longsoran kemudian menyeret pondasi tiang lampu PJU hingga akhirnya roboh ke arah jalan raya.

Baca Juga: 8.000 Rumah di Kabupaten Bogor Bakal Jadi Target Perbaikan Rutilahu Tahun 2026

Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Namun, beberapa pengendara mengaku sempat memperlambat laju kendaraan karena khawatir terjadi longsor susulan atau kabel listrik yang berpotensi membahayakan.

“Sempat macet karena kendaraan harus bergantian lewat,” ujar salah satu warga yang melintas pada malam kejadian.

Lampu PJU Roboh Jadi Sorotan

Robohnya lampu PJU menjadi perhatian utama warga karena dinilai berisiko tinggi, terutama pada malam hari saat penerangan jalan sangat dibutuhkan.

Selain mengganggu lalu lintas, kondisi tersebut juga dikhawatirkan meningkatkan potensi kecelakaan.

Sejumlah warga mempertanyakan keamanan infrastruktur di kawasan tersebut, mengingat titik longsor berada di jalur yang cukup ramai.

Banyak yang berharap adanya pemeriksaan ulang terhadap kondisi tanah dan fasilitas jalan di sekitar flyover.

Baca Juga: Layanan Tukar Uang Baru di Balai Kota Bogor 'Digeruduk' Warga!

Keluhan warga juga ramai muncul di media sosial, dengan pertanyaan utama mengenai kecepatan respons penanganan dari pihak terkait.

Apakah Sudah Ada Penanggulangan Hari Ini?

Hingga hari ini, Rabu, 12 Maret 2026, warga melaporkan sudah terlihat adanya aktivitas penanganan awal di lokasi longsor.

Berdasarkan pantauan masyarakat sekitar, petugas mulai melakukan pembersihan material tanah serta pengamanan area agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Tiang lampu PJU yang roboh dilaporkan telah dipindahkan dari badan jalan untuk mengurangi gangguan lalu lintas.

Baca Juga: Tak Hanya Kantor Polisi, Markas TNI di Bogor Juga Bisa Digunakan untuk Titip Motor Gratis

Selain itu, beberapa petugas tampak memasang pembatas sementara di area rawan longsor guna mencegah kendaraan terlalu dekat dengan tebing jalan.

Meski demikian, proses penanganan permanen disebut masih menunggu evaluasi lebih lanjut, terutama terkait stabilisasi tanah dan perbaikan struktur bahu jalan.

Warga berharap langkah lanjutan segera dilakukan, termasuk pembangunan penahan tanah atau perkuatan lereng agar kejadian serupa tidak terulang.

Risiko Longsor di Musim Hujan

Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan tingginya risiko longsor selama musim hujan, khususnya di wilayah dengan kontur tanah miring seperti sebagian kawasan Cibinong.

Ahli kebencanaan menyebutkan bahwa kombinasi curah hujan tinggi, drainase kurang optimal, serta tekanan air dalam tanah menjadi faktor utama penyebab longsor di area perkotaan.

Karena itu, pemantauan rutin serta perawatan infrastruktur jalan menjadi langkah penting untuk mencegah potensi bencana yang lebih besar.

Pengguna jalan juga diimbau tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi, terutama ketika hujan deras turun.

Warga Minta Informasi Resmi Lebih Cepat

Selain penanganan fisik, warga juga berharap adanya penyampaian informasi resmi secara cepat mengenai status penanganan longsor.

Transparansi informasi dinilai penting agar masyarakat mengetahui tingkat keamanan jalur tersebut.

Baca Juga: 5 Gerakan Olahraga Ringan Saat Puasa Agar Tubuh Tetap Fit Selama Ramadan

Banyak pengguna jalan yang setiap hari melewati kawasan Flyover Cibinong mengaku masih waswas karena belum mengetahui apakah kondisi tanah sudah benar-benar stabil.

“Minimal ada papan informasi atau pengumuman resmi supaya pengguna jalan tahu situasinya,” kata seorang pengendara.

Momentum Evaluasi Infrastruktur

Kejadian longsor ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi berkala terhadap infrastruktur jalan, khususnya di titik rawan bencana.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan perubahan cuaca ekstrem, sistem drainase, kekuatan lereng, serta fasilitas penerangan jalan perlu mendapat perhatian lebih serius.

Baca Juga: Guru di Daerah Terpencil Mulai Terima Tunjangan Khusus 2026, Pemerintah Harap Insentif Ini Jadi Penyemangat Mengajar di Wilayah 3T

Penanganan cepat yang dilakukan setelah kejadian diharapkan menjadi langkah awal menuju perbaikan jangka panjang demi keselamatan pengguna jalan.

Masyarakat pun berharap proses perbaikan dapat segera rampung agar jalur strategis menuju Flyover Cibinong kembali aman dan nyaman dilalui.***