POJOKBOGOR.id - Gudang logistik pondok pesantren yang berada di Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, ludes terbakar pada Minggu 18 Januari 2026 siang.

Kebakaran gudang logistik pesantren diduga dipicu korsleting listrik dari stop kontak yang digunakan santri untuk proyek pembuatan lampu lomba cerdas cermat.

"Objek yang terbakar adalah gudang logistik pesantren dan total kerugian sekitar Rp 200 juta," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa.

Yudi menjelaskan, kebakaran bermula saat seorang santri mengerjakan proyek lampu untuk lomba cerdas cermat.

Lampu tersebut ditinggal menyala semalaman dengan sambungan listrik yang diambil dari lampu neon melalui stop kontak yang disuntik langsung ke aliran listrik.

"Penjaga gudang yang hendak mengecek ruangan mendapati gagang pintu sudah panas. Setelah pintu dibuka, api di dalam ruangan sudah membesar," ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, penjaga gudang sempat meminta bantuan santri lain dan guru untuk memadamkan api secara manual.

Namun, karena api terus membesar, pihak pesantren akhirnya menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor.

Yudi mengatakan, laporan kebakaran itu diterima pada pukul 12.57 WIB. Tim pemadam dari Sektor Ciawi langsung diterjunkan ke lokasi.

Ada dua unit mobil pemadam dari Sektor Ciawi dikerahkan ke lokasi, yakni Merapi 45 dan Merapi 29.

"Proses pemadaman dan pendinginan dilakukan petugas hingga api benar-benar padam pada pukul 14.20 WIB. Petugas yang terlibat terdiri dari Regu 3 Sektor Ciawi, dibantu Polsek Cijeruk dan petugas keamanan pesantren," ucap Yudi.

Dampak Kebakaran Akibat kebakaran tersebut, gudang logistik milik pengasuh pesantren, KH Yazid Dimiati, mengalami kerusakan parah.

Sebagian besar barang di dalam gudang tidak dapat diselamatkan.

Yudi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu.

Namun, sebagian besar isi gudang logistik mengalami kerusakan akibat kobaran api hingga kerugian mencapai Rp 200 juta. "Api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan kondusif, tidak ada korban jiwa," imbuhnya.

Yudi mengingatkan pentingnya penggunaan instalasi listrik yang aman, terutama di lingkungan pendidikan dan asrama, untuk mencegah kebakaran serupa terulang.