BOGOR.POJOKSATU.id - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, kembali menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan fasilitas dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan itu disampaikan dalam rapat evaluasi terbaru yang membahas progres pembangunan serta kesiapan tata kelola di lapangan.
Rudy menuturkan bahwa seluruh perangkat daerah harus bekerja lebih serius, terutama dalam aspek administrasi, pencatatan aset, hingga mekanisme pengelolaan bahan pangan.
Ia menekankan bahwa program MBG merupakan salah satu prioritas nasional sehingga setiap tahap pelaksanaannya tidak boleh menimbulkan persoalan.
“Prosesnya harus tertib, administrasinya jelas, penggunaan bahannya harus sesuai aturan. Program ini adalah amanat Presiden, jadi pengawasannya harus ketat agar tidak muncul masalah di kemudian hari,” tegas Rudy.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melaporkan bahwa saat ini terdapat 288 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dari jumlah tersebut, 195 SPPG telah mendapatkan pelatihan terkait keamanan pangan siap saji, sementara 35 SPPG telah mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).
Pemerintah daerah juga terus mendorong percepatan proses sertifikasi bagi dapur-dapur yang belum memenuhi standar.
Upaya tersebut dilakukan agar seluruh dapur MBG memiliki kualitas kebersihan dan keamanan pangan yang merata.
Dengan percepatan ini, pemerintah berharap makanan bergizi, aman, dan layak konsumsi dapat tersaji bagi seluruh peserta didik di Kabupaten Bogor.
Sekaligus mendukung peningkatan kesehatan dan kualitas pembelajaran anak-anak di wilayah tersebut. ***



