POJOKBOGOR.id - Empat siswa SMP Negeri 1 Jonggol, Kabupaten Bogor, mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (23/9/2025).

Kepala sekolah, Oellis Wiastoeti, menjelaskan ketiga siswa sempat mendapat perawatan di UKS sebelum dilarikan ke Puskesmas Jonggol.

“Dua anak setelah diinfus kondisinya membaik dan boleh pulang. Satu siswa lain masih dalam observasi hingga malam, tapi paginya sudah aman dan tidak berlanjut,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).

Camat Jonggol, Andri Rahman, menegaskan kasus ini belum bisa langsung disebut keracunan.

“Keracunan itu ada tenggat waktu inkubasi 2–8 jam. Kalau memang keracunan, biasanya ada laporan tambahan sampai tengah malam. Nyatanya tidak ada, bahkan tiga siswa sudah pulang,” ucapnya.

Meski begitu, sampel makanan seperti nasi, telur balado, dan capcay telah dibawa ke laboratorium milik Pemkab Bogor untuk diuji.

Hasil lab inilah yang nantinya memastikan ada atau tidak kandungan berbahaya.

Menariknya, sempat muncul dugaan bahwa capcay penyebab masalah karena kuahnya terlihat kental.

Namun, menurut ahli gizi yang memeriksa, itu hanyalah tekstur alami dari sayuran.

“Mekanisme dapur sudah sesuai standar, sayuran direbus dulu lalu kuah dibuat terpisah,” jelas Andri.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tiga siswa memang memiliki riwayat kesehatan lain, sementara satu siswa terindikasi tifus.

“Setelah investigasi, belum bisa dipastikan ini keracunan. Kita masih menunggu hasil lab dan mencatat gejala yang muncul. Dari informasi orang tua, ada juga yang sebelumnya sudah sakit atau kelelahan,” tambahnya.

Meski penyebab belum jelas, Muspika bersama Dinas Kesehatan dan ahli gizi tetap meminta penyedia MBG menjaga higienitas bahan, peralatan, hingga distribusi makanan.

“Ini sebagai antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, apalagi makanan disiapkan untuk ribuan siswa,” tegas Andri.