BOGOR.POJOKSATU.id - Entah mau sampai kapan penderitaan dari warga sekitar Jembatan Leuwiranji Rumpi Bogor yang dipaksakan menerima nasib harus hidup dengan paparan debu truk tambang.

Mereka harus merasakan setiap hari berhadapan dengan debu tebal yang nyaris tanpa henti. Bukan hanya masalah kesehatan saja, rumah, jalan, bahkan akses warga seperti Jembatan Leuwiranji kini mulai terlihat rusak.

Kondisi tidak sehat ini sekaligus membuat warga khawatir akan kesehatan anak-anak mereka.

Sejumlah warga mengeluhkan bahwa debu dari truk tambang menyebabkan mereka kerap mengalami batuk berkepanjangan, mata perih, hingga sesak napas.

Tak jarang, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk berobat akibat gangguan pernapasan yang diduga kuat dipicu oleh kualitas udara buruk di sekitar pemukiman.

"Setiap hari macet, debu, dan bising. Sampai satu jam lebih antre baru bisa lewat karena banyak truk tambang yang melebihi kapasitas."

"Plat jembatan sudah terangkat. Apa harus nunggu jembatan rubuh dan makan korban dulu baru pemerintah turun tangan?” ungkap salah seorang warga.

Warga berharap agar Pemkab Bogor segera bertindak cepat untuk mengatasi masalah ini. Sebab jika tidak sekarang lantas mau sampai kapan? ***