POJOKBOGOR.id - Lagi lagi terjadi kebakaran di Bogor, kali ini gudang dan pabrik makanan ringan hangus diduga akibat korsleting listrik di Tajurhalang, Kabupaten Bogor.

Tidak ada korban dalam kejadian kebakaran di Bogor tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 500 Juta.

"Objek yang terbakarnya gudang dan tempat produksi makanan ringan, produksi makanan ringan keripik. Nihil korban luka atau jiwa," Kepala Dinas Kebakaran Kabupaten Bogor Yudi Santosan terkait kebakaran di Bogor tersebut, Rabu 23 Juli 2025.

Baca Juga: Apakah XRP Capai Rp65.000 Pasca Peluncuran UXRP ETF?

Yudi menyebutkan kebakaran diduga terjadi akibat korsleting listrik di dalam pabrik dan gudang. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta.

"Penyebab kebakaran korsleting listrik. Total kerugian kurang lebih Rp 200-500 juta," sebutnya.

Terpisah, Komandan Regu Damkar Kabupaten Bogor Rivaldi menyebutkan kebakaran di Bogor ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Sebanyak empat unit pemadam diterjunkan ke lokasi untuk penanganan.

Baca Juga: Rekomendasi Cafe Outdoor di Bogor yang Aman Meski Diguyur Hujan

"Unit yang ke lokasi 4 unit pemadam, (rinciannya) dua dari Sektor Parung dan dua unit perbantuan dari mako Cibinong dan Sektor Ciomas," katanya.

"Untuk kronologi dan penyebab belum diketahui karena posisi (pabrik) sedang tidak ada produksi," imbuhnya.

Rivaldi mengatakan penanganan kebakaran berlangsung selama kurang lebih 4 jam. Banyaknya material di dalam gudang dan pabrik yang mudah terbakar mengakibatkan api dengan mudah membesar dan meluas ke seluruh bangunan.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata Dusun di Bogor yang Paling Dekat dengan Unsur Alam

"(Penanganan) mulai jam 23.39 WIB sampai. Api kebakaran di Bogor ini lumayan gede, kendalanya paling di material terbakar ada beberapa tumpukan, jadi harus diurai," kata Rivaldi.