POJOKBOGOR.id - Pengurus LAZ Rabbani, menemui Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor H Syukri Ahmad Fanani, Senin 21 Juli 2025.

Ketua LAZ Rabbani Muhammad Faried menjelaskan, pertemuan dengan Kepala Kemenag Kabupaten Bogor di antaranya untuk memaparkan beberapa laporan dan program yang dijalani LAZ Rabbani.

Muhammad Faried mengungkapkan, pada tahun 2025 ini, pihaknya memfokuskan pada program pemberdayaan ekonomi umat lewat program Pemberdayaan Masyarakat Rabbani.

Baca Juga: Jadi Ini Peran Tersangka Teroris yang Berhasil Ditangkap di Bogor, NGERI!

"Program ini untuk memberikan kemandirian ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, mengingat kondisi ekonomi kita cukup seru sehingga menjadi tantangan untuk kita," kata Faried.

Ia memastikan, LAZ Rabbani terus berusaha agar dana zakat, infaq dan shodaqoh yang diamanahkan benar-benar menyentuh masyarakat agar bisa berdaya secara ekonomi.

Beberapa program pemberdayaan ekonomi umat yang sudah berjalan di antaranya pelatihan teknisi AC, kemudian pelatihan UMKM, pembekalan digital marketing, pelatihan barista hingga pelatihan teknisi mesin kopi.

Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Ingatkan Kapolres Bogor yang Baru agar tidak Libur Bertugas

"Ini tahun kelima kami berjalan sejak mendapat izin akhir tahun 2020. Kami mulai beroperasi tahun 2021 dan tahun ini fokus kami ke pemberdayaan ekonomi umat," jelasnya.

Selain itu, LAZ Rabbani juga memiliki program air bersih untuk masyarakat, hingga program sosial media spesialis ditujukan bagi anak-anak muda.

"Sekarang kita sedang mengkaji program untuk ibu-ibu tunggal agar mereka berdaya sendiri lewat UMKM," jelasnya.

Baca Juga: Rencana Potongan Komisi 10 Persen Buat Driver Ojol Jabodetabek Merasa Semakin Diperas!

LAZ Rabbania bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Bogor dalam bentuk sertifikasi halal dan pemberdayaan ekonomi umat berbasis KUA.

Program ini membuka pintu komunikasi dengan KUA karena berpotensi program diaplikasikan ke wilayah.

Saat ini program tersebut sedang berjalan di enam KUA. Yaitu, Cibinong, Gunung Putri, Cileungsi, Jonggol, Sukamakur, dan Tenjolaya.

"Kami berharap ini bisa kita eskalasikan lebih luas lagi nanti kemanfaatannya. Ya mohon doa, mohon support," katanya.

Baca Juga: GAWAT! Kawasan Stadion Pakansari Bogor Diduga Jadi Tempat Mesum Pasangan Muda-mudi, Benarkah?

Dalam pertemuan itu, LAZ Rabbani tidak melaporkan program PEU (Pemberdayaan Ekonomi Umat) Berbasis KUA 2025 dan program Pemberdayaan Masyarakat Rabbani yang sudah dan sedang berjalan.

Pada kesempatan itu, LAZ Rabbani juga menyampaikan undangan kepada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bogor untuk meresmikan Unit Layanan Disabilitas di Cileungsi.

Serta, undangan meresmikan PAM Mandiri dan Depot Air Minum di Tamansari.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bogor H Syukri Ahmad Fanani menyambut baik dan mengapresiasi program pemberdayaan umat LAZ Rabbani.

Baca Juga: Tempat Makan Hits di Bogor yang Lagi Viral di Media Sosial, Wajib Banget Dikunjungi!

Ia menyarankan, program bantuan yang diberikan tidak dalam bentuk uang. Melainkan dalan bentuk program, sehingga dapat memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

"Jadi lebih baik memberikan kail, daripada ikannya. Jika memberi kail masyarakat akan mendapatkan ikan dalam bentuk yang di luar dugaan. Tapi kalau hanya ikan saja, besok dia akan lapar lagi," ucapnya.

Selain itu, pemberian bantuan dalam bentuk barang atau peralatan, akan lebih mudah dalam proses audit.

"Jadi saya kira supaya efektif, diberikan dalam bentuk alat. Karena ini adalah pemberdayaan. Dan suatu saat alat ini juga akan bisa berkembang ketika dia mengajarkan kepada yang lain," kata Syukri.

Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan LAZ Rabbani menyentuh hampir disemua sektor, mulai dari pertanian, peternakan, kemanusiaan, pelatihan, hingga teknologi.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Nongkrong Anak Muda di Bogor yang Lagi Viral

"Mudah-mudahan nanti dari yang lain juga bisa mengikuti jejak LAZ Rabbani. Karena yang lain hanya fokus di bagian ekonomi saja, tidak menyentuh atau belum menyentuh sektor lain," katanya.

Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan bukan hanya sektor kemanusiaan, tetapi juga aspek mendasar lainnya.

"Contohnya, saat masyarakat butuh pekerjaan, dibantu oleh LAZ Rabbani lewat program pelatihan barista kopi maupun teknisi mesin kopi," jelas Syukri.

Ia berharap apa yang dilakukan LAZ Rabbani bisa memotivasi lembaga serupa lainnya, dengan catatan perencanaan, pelaksanaan dan asas kebersamaan serta manfaatnya yang jelas.

"Yang paling penting laporannya juga harus jelas seperti yang dilakukan LAZ Rabbani. Laporan itu termasuk ketika kita menyiarkan program yang dilaksanakan di media sosial atau media mainstream. Itu penting supaya nanti akan tercatat secara digital," pungkasnya. ***