POJOKBOGOR.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Program Sekolah Rakyat tahun ajaran 2025/2026 di Sentra Terpadu Inten Suweno, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin 14 Juli 2025.

Ia menegaskan, prinsip utama Sekolah Rakyat yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto yaitu, tidak boleh ada bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi.

Untuk menjamin hal ini, pemerintah telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta sejumlah lembaga lainnya untuk melakukan pendampingan dan mitigasi risiko sejak awal.

Baca Juga: Reses di Jasinga, Ketua DPRD Sastra Winara Soroti Masalah Sampah dan Kesehatan

“Saat ini, terdapat 63 titik Sekolah Rakyat yang telah beroperasi, dan sebanyak 37 titik tambahan ditargetkan mulai berjalan pada akhir Juli 2025. Setiap sekolah melalui proses asesmen oleh tim teknis sebelum dinyatakan siap menjalankan proses belajar-mengajar,” ujar menteri yang akrab disapa Gus Ipul.

Gus Ipul menerangkan, status kepegawaian guru dan tenaga kependidikan pun telah ditetapkan sejak awal, dengan dukungan dari Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Seluruh guru telah mengikuti pembekalan, termasuk pelatihan modul ajar berbasis Learning Management System (LMS) yang disiapkan oleh Kementerian Agama.

Baca Juga: Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau Koperasi Merah Putih dekat Rumah Prabowo

“Semua guru telah mendapat pelatihan, termasuk penggunaan LMS dan modul pembelajaran yang sangat membantu. Untuk pendidikan karakter, seluruh guru berasal dari Kementerian Agama dan melayani semua agama,” jelasnya.

Gus Ipul melanjutkan, dalam masa awal pelaksanaan, Sekolah Rakyat juga menerapkan masa pengenalan lingkungan belajar yang lebih panjang dibandingkan sekolah formal, mengingat seluruh komponen guru, siswa dan tenaga pendukung merupakan elemen baru. Setelah masa orientasi, barulah kegiatan pembelajaran reguler dimulai.

“Sekolah Rakyat ini adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan pendidikan yang berpihak kepada rakyat. Ke depan, masih banyak yang perlu disempurnakan, namun hari ini kita sudah menapaki pijakan yang kokoh berkat kolaborasi semua pihak,” kata dia.

Baca Juga: Tabung Gas di Bogor Lagi Lagi Meledak, 2 Orang Jadi Korban

Program Sekolah Rakyat sendiri mengusung konsep pendidikan yang memadukan kurikulum formal, pendidikan karakter, serta penguatan keterampilan hidup.

Sekolah ini dirancang untuk menjangkau masyarakat yang selama ini sulit mengakses layanan pendidikan berkualitas, baik karena faktor geografis maupun ekonomi. ***