POJOKBOGOR.id - Kedeputian Bidang Kebijakan Strategi Pembangunan Keluarga, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Deputi I) melalui Direktorat Kebijakan Strategi Bidang Penyerasian Kebijakan Pengendalian Kuantitas Penduduk (Ditkesdalduk) selaku penanggung jawab kajian, bekerja sama dengan Direktorat Pengelolaan Kerja Sama Pendidikan Kependudukan (Ditpenduk) dalam penyusunan Kajian Evaluasi Efektifitas Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Siswa yang Berwawasan Kependudukan.
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, berkoordinasi pelaksanaan pengisian instrument survei secara daring oleh siswa/siswi pada sekolah SMA/sederajat kategori Paripurna Tahun 2024, sesuai Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor: 41/KEP/D3/2025 Tentang Penetepan Sekolah Siaga Kependudukan dengan Kriteria Paripurna Tahun 2024.
Baca Juga: WASPADA! 4 Orang Anak Jadi Korban Begal HP di Ciseeng Bogor
Adapun pelaksanaan pengisian survei ditujukan kepada seluruh siswa kelas X, XI, dan XII pada sekolah yang telah ditetapkan sebagai SSK paripurna Tahun 2024.
Dalam kesempatan ini, Kegiatan Survey Lapangan di SMA Kosgoro dihadiri oleh Tim Pendamping dari DPPKB Kota Bogor yaitu Penata KKB, Koordinator Lapangan Kecamatan Bogor Utara, PLKB Kelurahan Bantarjati.
Sedangkan di SMAN 1 didampingi oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penata KKB, Koordinator Lapangan Kecamatan Bogor Tengah, PLKB Kelurahan Paledang.
Baca Juga: INGAT! 68,3 Persen Penduduk Indonesia Masih Masuk Kategori Miskin
Kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi dengan sekolah siaga kependudukan Paripurna kategori SMA di Kota Bogor agar dapat mengetahui kesuksesan program Sekolah Siaga Kependudukan di Kota Bogor.
Kepala DPPKB Kota Bogor, Drs Anas S. Rasmana, berharap, kegiatan Survey Sekolah Siaga Kependudukan ini dapat menambah klasifikasi Paripurna pada SSK di Kota Bogor serta Melalui SSK.
Baca Juga: 1.824 Lowongan Kerja Kini Hadir di Bogor, Begini Cara Mudah Kamu Bisa Mengikutinya
"Diharapkan tercipta generasi muda yang memiliki sikap dan perilaku yang bertanggung jawab terhadap masa depan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sehingga nantinya menjadi generasi emas 2045," kata Anas. ***



