POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto menyerahkan 409 sertifikat hunian tetap atau huntap kepada masyarakat, yang menjadi korban bencana alam di wilayah Bogor Barat, Rabu 28 Mei 2025.
Rudy mengungkapkan, sertifikat yang diberikan untuk warga terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi pada awal 2020 lalu. Saat itu, warga direlokasi kemudian dibuatkan hunian oleh pemerintah.
"Sertifikat harus sampai ke korban bencana. Mereka dipindahkan, direlokasi ke hunian sementara cukup lama. Kemudian dibangunkan huntap tapi sertifikat belum keluar sudah lama," kata Rudy Susmanto.
Baca Juga: Bogor Masuk Daftar Kota Paling Maju di Jawa Barat Versi BRIN
Ia mengakui Pemkab Bogor masih harus menyelesaikan 750 hunian tetap untuk warga terdampak bencana, sekaligus menyelesaikan legalitas hunian mereka.
"Saya pastikan tahun 2026 semua tuntas. Baik, itu sertifikat yang saat ini masih berproses, maupun pembangunan huntap yang masih diperlukan untuk warga," kata Rudy.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukinan dan Pertanagan (DPKPP) Kabupaten Bogor Teuku Mulya menjelaskan, penyerahan sertifikat sebanya 409 ini, meliputi tiga desa di Kecamatan Sukajaya dan Kecamatan Cigudeg.
Baca Juga: Informasi Lengkap Ganjil Genap di Puncak Bogor, Sudah Mulai Berlaku Siang Ini
Untuk Desa Urug, Kecamatan Sukajaya sebanyak 190 sertifikat, Desa Sipayung, Kecamatan Sukajaya 131 sertfikat dan Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg 88 sertifikat.
Mulya juga mengungkapkan, huntap yang telah dibangun meliputi 24 desa di 7 kecamatan dengan target 4.621 unit, dengan 3.871 di antaranya selesai dibangun.
"Tahun 2025 ini kami membangun 400 unit huntap. Sehingga tersisai 350 unit yang akan dibangun pada 2026. Untuk sertifikat, masih ada 1.500 yang sedang dalam proses di BPN dan ditarget selesai tahun ini," jelas Teuku Mulya. ***



