POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto, meninjau pelayanan kesehatanndi Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Cibinong, Jumat, 15 Maret 2025 dini hari.
Rudy datang ke RSUD Cibinong, sekitar pukul 02.00 WIB. Hanya mengenakan sandal jepit, celana jins dan kaus, Rudy menyapa satu per satu pasien di IGD RSUD Cibinong, serta memberi semangat agar mereka segera pulih.
“Teriring doa semoga segera pulih dan segera kembali ke rumah. Pelayanan kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tulis Rudy dalam unggahan di akun Instagramnya @rudysusmanto.
Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ingin Jaga Warisan Sunda di Bogor
Rudy Susmanto mengatakan hanya sebatas kunjungan biasa, dan ingin mengetahui pelayanan di rumah sakit.
“Kunjungan biasa. Hanya ingin memastikan semua warga kabupaten Bogor terlayani dengan baik dari segi kesehatan,” tegas Rudy.
Tidak hanya rumah sakit, Rudy juga memastikan semua sektor mendapat pelayanan yang baik.
Sebelumnya, Rudy Susmanto memastikan pada tahun 2026, program Universal Health Coverage (UHC) atau layanan kesehatan gratis dengan hanya mengunakan KTP Kabupaten Bogor diterapkan.
"Kami pastikan pada tahun 2026, pemerintah Kabupaten Bogor sudah UHC. Semua masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Bogor akan mendapat fasilitas dan pelayanan kesehatan tanpa biaya. Gratis 100 persen," ujar Rudy.
Menurutnya, UHC menjadi salah satu prioritas masa pemerintahan Rudy Susmanto - Jaro Ade, di sampinh pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, yaitu kesehatan, pendidikan dan percepatan pembangunan infrastruktur.
Bupati Bogor juga mengungkapkan rencana peningkatan kualitas fasilitas kesehatan di Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Mulai Tahun Depan, Bermodal KTP Layanan Kesehatan di Kabupaten Bogor Gratis
Ia menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk segera berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan guna mewujudkan fasilitas kesehatan yang setara dengan rumah sakit swasta di Kabupaten Bogor, termasuk peningkatan fasilitas IGD di rumah sakit umum daerah (RSUD).
Ia mengungkapkan bahwa biaya pendidikan untuk sekolah negeri akan ditanggung oleh pemerintah, dengan sistem PBDB untuk siswa yang tidak diterima di sekolah negeri dan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Program ini akan mulai berjalan pada APBD 2025 dengan anggaran sekitar Rp13 miliar," tegasnya.
Rudy Susmanto juga mengingatkan pentingnya data yang terintegrasi dan akurat dalam merencanakan program pembangunan yang berbasis pada kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Rudy Susmanto Taraweh Keliling Perdana di Masjid Al Mansyur Pabuaran
"Data digital desa yang terhubung langsung dengan pemerintah daerah akan menjadi landasan bagi intervensi pembangunan, terutama untuk mengatasi masalah stunting, kemiskinan, dan pengangguran," bebernya.
Ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk bekerja bersama-sama dalam membangun Kabupaten Bogor.
"Membangun Bogor butuh kebersamaan. Tanpa itu, kita tidak akan berhasil," tegas Rudy Susmanto.
Bupati Bogor mengingatkan agar seluruh program yang ada tetap dilaksanakan dengan prinsip efisiensi dan transparansi.
Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Dorong Perluasan Operasi Pasar Murah
Ia menginstruksikan agar tidak ada lagi anggaran yang sia-sia, serta memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang berbasis pada kebutuhan rakyat dan didukung oleh kebijakan yang inovatif dan inklusif. ***



