POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto, terus memantau perkembangan isu di Kabupaten Bogor, meski tengah menjalani retret kepala daerah di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.
Rudy mengingatkan seluruh pemangku jabatan di Kabupaten Bogor agar menjaga tindak-tanduk, baik dalam kehidupan sehari-hari, maupun saat berselancar di media sosial.
"Jika secara pribadi, kita bebas berbicara, bebas berpendapat. Tapi, kita harus bisa menempatkan diri. Kita yang ada di lingkungan Pemkab Bogor adalah representasi perwakilan dari masyarakat," ujar Rudy, dihubungi Selasa, 25 Februari 2025.
Baca Juga: Ketua Kadin Kabupaten Bogor Ajak Pengusaha Tetap Positif di tengah Gempuran Tagar KaburAjaDulu
Hal itu ia ungkapkan, usai viralnya Kepala Desa Gunung Menyan Wiwin Komalasari, yang dianggap merendahkan nasi kotak di media sosial.
"Apa pun yang terjadi di Kabupaten Bogor saat ini menjadi tanggung jawab saya sebagai kepala daerah. Saya juga memohon maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut," tegas Rudy.
Sepulangnya dari retret nanti, Rudy akan melakukan pembinaan agar hal-hal seperti ini tak terulang lagi. Karena, ia khawatir sikap nyeleneh para pejabat membawa stigma negatif untuk Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Pemkab Bogor Segera Cairkan Dana BHPRD Rp279 Miliar
"Saya akan lakukan pembinaan terhadap seluruh rekan-rekan. Insha Allah kejadian ini jadi yang terakhir. Jadikan sebagai pengalaman jangan terulang," kata Rudy.
Rudy mengakui, kades yang sempat berbuat aneh-aneh yaitu, menggunakan kendaraan dinas untuk turing, kemudian usulan agar kades mendapat mobil dinas dan terakhir soal nasi kotak.
"Mungkin beliau-beliau (kades) lupa, bahwa beliau-beliau itu adalah pejabat di Kabupaten Bogor," kata Rudy. ***



