POJOKBOGOR.id – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menjelaskan penyebab belum terealisasinya pembangunan jalur tambang sepanjang 11,5 kilometer yang melintasi Rumpin, Cigudeg, hingga Parung Panjang.

Menurutnya, proyek ini masih berada dalam tahap kajian dan belum mendapatkan izin dari kementerian terkait.

"Kajian proyek pembangunan jalur tambang belum selesai, hingga menjadi salah satu kendala utama," ujar Sastra.

Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ungkap Peran Besar NU dalam Jaga Keutuhan Bangsa

Sastra menambahkan, pembangunan jalur tambang ini dikerjakan oleh konsorsium pengusaha tambang PT Arjuna Jaya Baya.

Namun, hingga kini proyek tersebut belum memperoleh izin resmi dari Kementerian Perhubungan maupun kementerian lainnya.

"Jalan khusus tambang yang berbayar ini merupakan pertama kalinya ada di Indonesia, yaitu di Parung Panjang dan sekitarnya," jelasnya.

Baca Juga: Rakernas VI ARM HA-IPB: Sahkan Renstra dan Rencana Kerja 2025

Sastra berharap proyek ini dapat diselesaikan di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Bupati Bogor terpilih Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi.

Ia menilai pembangunan jalur tambang merupakan solusi utama untuk mengatasi kemacetan, kerusakan jalan, dan dampak negatif lainnya di wilayah tersebut.

Proyek pembangunan jalan khusus tambang ini adalah solusi terbaik untuk mengurangi kemacetan lalu lintas serta memperbaiki kualitas jalan di Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin," tambah Sastra.

Baca Juga: Pj Bupati Bogor Sebut Pemkab Bogor Berhasil Tekan Angka Stunting Jadi 7,59 Persen Dalam Satu Tahun

Namun, sebelum jalur tambang selesai dibangun, Sastra menyarankan optimalisasi jalan umum yang ada saat ini dengan memberlakukan pengaturan jam operasional bagi truk tambang.

"Dampak dari belum terselesaikannya masalah ini sangat signifikan. Selain kemacetan dan buruknya kondisi jalan, angka kecelakaan lalu lintas meningkat, termasuk korban jiwa. Bahkan, banyak warga menderita Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) akibat debu dan polusi dari kendaraan tambang," pungkasnya.

Proyek jalur tambang ini diharapkan dapat segera terealisasi demi memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang telah lama dirasakan oleh masyarakat di wilayah Parung Panjang dan sekitarnya. ***