POJOKBOGOR.id - Polres Bogor menangkap seorang pelaku pungli di Jalur Puncak yang viral media sosial. Pelaku berinisial CN alias Bokep, meminta uang Rp850 ribu untuk menunjukkan jalur alternatif di kawasan wisata Puncak.

Aksi CN alias Bokep direkam, kemudian video diunggah akun TikTok bylibra. Sontak, video itunlun viral. Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 19 Desember 2024.

Kapolsek Cisarua Kompol Eddy Santosa menjelaskan, CN tidak terima ditransfer uang Rp150 ribu oleh wisatawan berinisial T, usai menunjukkan jalur alternatif.

Baca Juga: BRI Peduli Rayakan Hari Ibu dengan Pemberdayaan Perempuan di Klaster Batik

Eddy menjelaskan, korban dan saksi yang berjumlah 4 orang perempuan asal Tangerang, berangkat menggunakan mobil dari Restoran Padhi Kota Bogor pada hari Kamis, 19 Desember 2024 sekitar pukul 14.30 WIB menuju Puncak, Kabupaten Bogor.

Dalam perjalanan tersebut, mereka melewati jalan alternatif Sumarecon Bogor-Pasir Angin Megamendung-Jalan Terobosan Megamendun-Cisarua.

Ditengah perjalanan (setelah KOPI NAKO) bertemu dengan terduga pelaku CN alias Bokep yang menawarkan rute alternatif menuju Wisata Petik Strawberry Tugu Utara, Cisarua, Bogor.

Baca Juga: Jeruk Gerga Curup: Dari Bengkulu ke Dunia, Bangkit Bersama BRI

Dalam penawarannya, CN alias Bokep tidak mematok mengenai tarif untuk mengantarkan para saksi maupun korban menuju lokasi wisatanya. Namun, karena bensin mobil yg dikendarainya sudah sedikit, saksi meminta ditunjukan terlebih dahulu ke SPBU.

"Setibanya di pom bensin Tugu Utara Cisaru, terduga CN alias Bokep meminta uang secara paksa senilai Rp850 ribu namun para saksi dan korban menyanggupinya senilai Rp250 ribu yang di transfer sebanyak 2X Rp150 ribu dan Rp100 ribu," kata Eddy.

Setelah dilakukan penyelidikan atas viralnya video di akin TikTok, polisi akhirnya menemukan CN alias Bokep (40) yang berprofesi sebagai tukang ojek.

Baca Juga: Liburan Akhir Tahun Makin Seru dengan Promo Nataru untuk Pelanggan Prabayar dan PRIORITAS di myXL!

Bokep pun diminta untuk membuat video permohonan maaf kepada korban dan masyarakat Puncak.

"Para korban memaafkan aksi yang dilakukan oleh terduga pelaku," tegas Eddy. ***