POJOKBOGOR.id - Sejumlah puskesmas di Kabupaten Bogor, tengah berlomba-lomba meluncurkan inovasi baru menggunakan nama-nama aneh dan nyeleneh.

Seperti Puskesmas Curug, Kecamatan Jasinga meluncurkan inovasi untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil bertajuk Pa Timas Beli Jambu atau Pemeriksaan Tripel Eliminasi di Posyandu.

Inovasi ini bertujuan untuk mempermudah ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan laboratorium terkait tiga infeksi utama yang rentan ditularkan dari ibu ke janin, yaitu HIV (Human Immunodeficiency Virus), Sifilis dan Hepatitis B.

Baca Juga: Bank BJB Luncurkan bjb KKB Kendaraan Listrik: Hemat Biaya, Ramah Lingkungan!

Ketiga infeksi ini berisiko menyebabkan morbiditas, disabilitas, hingga kematian pada ibu serta mempengaruhi kualitas hidup anak yang terdampak.

Kepala Puskesmas Curug Alih Yuliadi menjelaskan, inovasi ini dalam meningkatkan cakupan pemeriksaan tripel eliminasi bagi ibu hamil.

Berdasarkan data tahun 2022, cakupan pemeriksaan tripel eliminasi di Puskesmas Curug hanya mencapai 2,64 persen, jauh dari target Kabupaten Bogor yang sebesar 90 persen.

Baca Juga: Ulama Bogor: Dokter Rayendra Punya Niat Baik untuk Kota Bogor, Insya Allah Diberkahi

"Dengan PA TIMAS BELI JAMBU, kami berharap dapat meningkatkan cakupan pemeriksaan tripel eliminasi bagi ibu hamil yang selama ini masih rendah," kata dia.

*Jus Apel*

Sementara Puskesmas Pasar Rebo, Kecamatan Tenjo meluncurkan inovasi Jus Apel atau Jemput Akses Pelayanan Lansia untuk meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidup lansia di Kecamatan Tenjo.

Program ini secara khusus menargetkan lansia (usia >60 tahun) dan pra-lansia (usia 45-59 tahun), dengan menyediakan layanan kesehatan langsung ke desa-desa guna mengatasi tantangan aksesibilitas yang sering dihadapi oleh kelompok usia ini.

"Inovasi JUS APEL adalah langkah nyata kami untuk memastikan bahwa lansia di wilayah kami mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang mudah dan komprehensif. Kami berharap ini dapat meningkatkan kualitas hidup mereka," ujar Kepala Puskesmas Pasar Rebo Dian Sulastri.

*Kadeudeuh*

Tak ketinggalan, Puskesmas Tajur, Kecamatan Citeureup memperkenalkan inovasi Kadeudeuh atau Konsultasi edukAsi Diabetes mElitus Dan Essential Uncontrolled Hypertension.

Baca Juga: DPRD Kota Bogor Dorong Pemkot Siapkan APBD untuk Program Makan Bergizi

Inovasi itu meningkatkan mutu pelayanan dan memperluas akses kesehatan bagi penderita hipertensi dan diabetes. Inovasi ini diluncurkan sebagai respons terhadap meningkatnya kasus penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes mellitus tipe 2, akibat perubahan gaya hidup masyarakat.

"Inovasi ini dapat mempermudah deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular serta memastikan bahwa masyarakat yang menderita hipertensi dan/atau diabetes mendapatkan pengobatan dan pemantauan kondisi secara rutin melalui Raport Kadeudeuh," ujar Kepala Puskesmas Tajur Yulia Erma Rosmiati.

*Penjas TB*

Puskesmas Cinurayut, Kecamatan Cigombong  meluncurkan program inovatif bernama Penjas TB atauPenjaringan Sasaran Tuberculosis.

Program ini diinisiasi sebagai tanggapan terhadap meningkatnya kasus Tuberkulosis (TB) di wilayah kerja Puskesmas Ciburayut, yang kini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan tenaga medis.

*Bakmi Mengkudu*
Puskesmas Sukaresmi, Kecamatan Tamansari meluncurkan inovasi bernama nyeleneh lainya, yaitu Bakmi Mengkudu. Yaitu sebuah program yang dirancang untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui perluasan jangkauan layanan kesehatan.

Program ini berfokus pada pencegahan dan pengelolaan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, dan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) di wilayah kerja Puskesmas Sukaresmi.

*Cetarr Membahana*

Program ini diinisiasi Puskesmas Ciangsana Kecamatan Gunungputri. Cetarr Membahana atau Cek Tekanan Darat Rutin Membuat Badan Sehat dan Bahagia, dirancang untuk memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi pasien hipertensi dalam mendapatkan pengobatan yang optimal dan berkelanjutan.

Kepala Puskesmas Ciangsana Liska Sari menyatakan, pasien yang didiagnosis dengan hipertensi akan menerima kartu kontrol khusus, yang memungkinkan mereka menjalani pengobatan di berbagai fasilitas kesehatan, tidak hanya terbatas di Puskesmas. ***