POJOKBOGOR.id - Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto, dengan tulus menyampaikan rasa belasungkawanya kepada para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Bogor yang telah meninggal dunia pasca pencoblosan.

Rudy Susmanto mengakui bahwa para petugas KPPS yang telah berpulang layak dihargai setinggi-tingginya karena pengabdian mereka dalam menjalankan tugas untuk mensukseskan Pemilu 2024.

Ia menegaskan bahwa para petugas KPPS yang telah meninggal adalah pahlawan demokrasi yang patut dihormati.

Baca Juga: Nurunnisa Setiawan, Putri Eks Bupati Bogor Diprediksi Geser Petahana dari Dapil Bogor 3

"Pengorbanan para petugas KPPS ini sangat berarti dalam kesuksesan pelaksanaan Pemilu. Tanpa mereka, perhelatan demokrasi ini tak mungkin terlaksana," ungkapnya.

Rudy Susmanto menekankan, kepergian sejumlah petugas KPPS harus menjadi cambuk bagi para pemimpin masa depan untuk menghormati dan menjalankan amanah yang diberikan oleh masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa kursi kekuasaan yang diduduki oleh para pemimpin tidak lepas dari jasa dan pengorbanan para petugas KPPS.

Baca Juga: Partai Golkar di Kabupaten Bogor Berpotensi Besar Dapat Dua Kursi DPR RI, Berikut Hasil Lengkap Quick Count DPR RI Dapil V Jawa Barat

"Para pemimpin harus menghargai kontribusi masyarakat, terutama dari anggota KPPS, dalam menjalankan tugas mereka," tandasnya.

Rudy Susmanto juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para petugas KPPS yang telah gugur dalam menjalankan tugas membangun demokrasi bangsa ini.

"Marilah kita bersama-sama mendoakan mereka yang telah berjuang untuk kemajuan bangsa ini. Semoga amal baik mereka diterima di sisi-Nya," imbuhnya.

Baca Juga: Berikut Ini Daftar Tempat Wisata di Bogor yang Bisa Masuk Wishlist Kamu, Ada yang Jadi Favorit Bule Bule

Sebagaimana diketahui, tiga anggota KPPS di Kabupaten Bogor meninggal dunia setelah proses pencoblosan. Mereka adalah Sinta Maharani (19), Sihono, dan Abdul Rahman. Selain itu, terdapat juga empat anggota KPPS yang meninggal sebelum pelaksanaan pencoblosan dilakukan. ***