POJOKBOGOR.id - Kepala Desa Gunung Menyan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor Wiwin Komalasari, enggan ambil pusing dirinya banyak diperbincangkan di media sosial, sebagai kades hedon.
Wiwin, saat dihubungi mengakui barang-barang branded serta penampilan glamornya, bukan untuk pamer. Namun, itu merupakan gaya yang telah dilakoninya jauh sebelum menjadi kepala desa, jabatan yang diembannya tiga tahun belakangan.
"Saya tanggapi dengan santai saja. Saya fokus kerja saja. Sebetulnya bukan pamer ya, keseharian kita main TikTok itu obat capek jadi saya suka sekali dengan TikTok itu karena memang efeknya bagus banget jadi yauda enjoy aja. Toh pekerjaan saya juga aman aja," kata Wiwin, Senin (5/2).
Baca Juga: Komisi III DPRD Kota Bogor Sidak Pasar Gembrong Sukasari
Wiwin menegaskan, bermain TikTok kerapa dia lakukan di saat senggang selepas bertugas sebagai kepala desa.
Disinggung soal barang-barang bermerek yang dimilikinya, bukan dibeli dengan menyelewengkan uang negara. Di luar jabatan kepala desa, Wiwin juga mengaku memiliki usaha.
"Dulu karena emang suami saya juga suka keluar (negeri) kadang di beliin oleh oleh pas dia lagi keluar sana, ya saya simpen dengan baik," kata Wiwin.
Baca Juga: 2.150 Ton Sampah belum Terangkut jadi Perhatian Serius Pj Bupati Bogor
"Saya bilang harga kaki lima pun bisa keliatan mewah kalau kita tahu ilmunya mempadupadankan itu, nice looking ya pasti kelihatannya bagus. Karena memang saya tidak semuanya mahal kok," kata dia.
"Kalau untuk barang-barang branded dulu memang belinya agak mahal makanya jadi bagus terus, saya enjoy memang punya barang-barang itu sebelum jadi kades gitu kan. Sekarang di pakai karna masih bagus kok karena di rawat dengan baik," lanjut Wiwin.
Menurutnya, selalu berupaya bekerja sebaik mungkin untuk melayani masyarakat. "Boleh tanya dengan masyarakat bagaimana saya menjabat antara saya dengan warganya, niat saya pengabdian kepada masyarakat toh masyarakat yang menilai bukan saya hanya mau pencitraan melainkan bagaimana hidup saya lebih bermanfaat lagi dan berguna terutama di wilayah saya," kata dia.
Baca Juga: Anak Perempuan di Parung Disuruh Mengamen dan Disiksa Ayah Kandung
Menurut Wiwin, banyaknya alokasi anggaran untuk desa dalam beberapa tahun terakhir, tidak membuatnya terbersit untuk menyelewengkan anggaran tersebut untuk kepentingan pribadi.
"Saya menanggapinya senyum karena yang namanya dana desa dan yang lainnya itu ada RAB-nya ada realisasinya ada LPJ-nya, kalau kita mempergunakan apa kan itu tidak ketahuan? Karena memang uang ini mau di salurkan kemana saja pasti ada LPJ-nya," ungkap Wiwin. ***



