POJOKBOGOR.id - Kasus kematian ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Bogor, mengalami peningkatan dalam setahun terakhir. Hingga Agustus 2023, 48 ibu meninggal dunia saat proses persalinan, sementara kematian bayi baru lahir mencapai 287 kasus.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Hadijana menjelaskan, kasus kematia ibu dan bayi baru lahir itu, meninggal dibanding tahun 2022. Tahun lalu, kematian ibu mencapai 55 kasus dan kematian bayi baru lahir sebanyak 93 kasus.

"Data tahun ini, baru sampai Agustus 2023. Itu datang dihimpun dari 101 puskesmas di seluruh Kabupaten Bogor. Ini harus jadi perhatian serius kita," kata Hadijana, Selasa (10/10).

Baca Juga: Kalah Pemilihan RT, Perempuan ini Hadang Truk Sampah Masuk Perumahan

Menurut Hadijana, peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan lingkungan, status gizi serta kesehatan ibu dan anak merupakan indikator kesejahteraan bangsa sehingga selalu menjadi prioritas dalam pembangunan bidang kesehatan.

"Saya minta dinas kesehatan terus mendorong peningkatan gizi dan kesehatan ibu dan anak. Meningkatkan kapasitas maupun kompetensi petugas kesehatan untuk merawat bayi dan balita, serta berkolaborasi dengan stakeholder seperti puskesmas, posyandu, PKK," kata Hadijana.

Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO) angka kematian ibu, lebih banyak terjadi pada kelompok kehamilan risiko tinggi, seperti usia ibu di bawah 18 tahun, usia di atas 34 tahun, jarak kehamilan di bawah 24 bulan dan jumlah anak terlalu banyak atau lebih dari 3 orang.

Baca Juga: Pemkab Bogor berikan 3.000 Dosis Vaksin Rabies Gratis

Sementara berdasarkan data UNICEF, kematian bayi di Indonesia banyak terjadi pada masa baru lahir (neonatal), bulan pertama kehidupan.

Selain itu, kematian anak di Indonesia banyak disebabkan infeksi dan penyakit dari lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya. ***