POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Iwan Setiawan berencana mengajukan penambahan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) dalam APBD Perubahan 2023, untuk menangani kekeringan dan potensi tanah longsor saat musim hujan.
"Karena pasca kemarau kemudian masuk musim hujan, dikhawatirkan ada bencana seperti tanah longsor. Tentu itu kita tidak mau. Tapi harus disiapkan anggaran untuk penanganan bencana," kata Iwan Setiawan, Senin (4/9).
Iwan menyebutkan, BTT Kabupaten Bogor dalam APBD 2023 hanya tersisa Rp2 miliar dari dialokasikan Rp50 miliar. Sehingga, Iwan berharap dalam APBD Perubahan dapat ditambah setidaknya hingga Rp10 miliar.
Baca Juga: Jadi Bupati Bogor Definitif, Iwan Setiawan Evaluasi Penanganan Kekeringan di Kabupaten Bogor
"Kita akan minta dukungan penganggaran dari Badan Anggaran DPRD untuk menambah alokasi BTT. Untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan," kata Iwan Setiawan.
Sementara Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto sangat siap mendukung penambahan alokasi BTT. Rencananya, Rancangan APBD Perubahan (RAPBDP) dibahas mulai Kamis (7/9).
"Kita lihat nanti pengajuannya seperti apa. Tapi Pemkab Bogor juga harus menyelesaikan pembangunan sumur-sumur bor yang sudah dialokasikan dalam APBD 2023. Karena itu sudah dianggarkan," tegas Rudy.
Baca Juga: Ketua DPRD Rudy Susmanto sebut Iwan Setiawan Ciptakan Sejarah usai Dilantik jadi Bupati Bogor
Sebelumnya, Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin menjelaskan, pembuatan sumur bor tahun ini akan dilakukan di 17 kecamatan dan telah masuk kegiatan untuk dikerjakan tahun ini.
"Harus minggu-minggu ini direalisasikan. Saya perintahkan camat untuk komunikasi intens dengan Dinas PUPR. Supaya segera terlaksana untuk membantu masyarakat yang krisis air bersih,“ tegas Burhan, Rabu (30/8).
Menurut Burhan, program pembuatan sumur bor bersumber dari APBD 2023 Kabupaten Bogor, akan dilaksanakan di 13 titik. Sementara masih ada empat titik lainnya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Baca Juga: Siapkan Sumur Bor, Pemkab Bogor Kirimkan 90 Ribu Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Kekeringan
Burhan menjelaskan, 13 titik tersebut berada di Desa Pasirmuncang Kecamatan Caringin, Desa Cibanteng Kecamatan Ciampea, Desa Leuwengkolot, Desa Cibatok 1 Kecamatan Cibungbulang, Desa Pasir Angin Kecamatan Cileungsi, Desa Pagelaran Kecamatan Ciomas, Desa Sukahati Kecamatan Citeureup, Desa Babakan Kecamatan Dramaga, Desa Cicadas Kecamatan Gunungputri, Desa Gunungsindur Kecamatan Gunungsindur, Desa Bantarsari Kecamatan Rancabungur, Deaa Jayaraharja Kecamatan Sukajaya dan Desa Pabuaran Kecamatan Bojonggede.
Sementara empat titik yang menggunakan DAK yakni Desa Nagrak Kecamatan Sukaraja, Desa Sukamaju Kecamatan Cibungbulang, Desa Kotabatu Kecamatan Ciomas dan Kelurahan Pabuaran Kecamatan Cibinong.
"Camat pastikan lahannya sudah siap. Koordinasi terus dengan Dinas PUPR. Saya minta minggu-minggu sudah terlaksana supaya masyarakat mudah mendapat air bersih," tegas Burhan. ***



